INIBORNEO.COM, Pontianak – Tradisi sembahyang malam Festival Kue Bulan atau Zhong Qiu Jie kembali digelar umat Tionghoa di Kalimantan Barat. Salah satunya di Vihara Tri Ratna atau Meng Chiang Teng, Jalan Gusti Sulung Lelanang No.16, Pontianak, pada 25 September 2026.
Sembahyang yang dilaksanakan setiap malam tanggal 15 bulan 8 penanggalan Imlek ini menjadi salah satu tradisi tahunan yang dilakukan umat untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus memanjatkan doa kepada Dewi Bulan atau Chang’e.
Rudi Leonard, Tokoh Masyarakat Tionghoa menyebut tradisi Zhong Qiu Jie pun tidak sekadar menjadi ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momentum berkumpul dan mempererat hubungan keluarga.
“Kumpul keluarga pada saat itu sembayang bersama, pada malamnya mereka masak dan makan bersama setelah itu sembayang,” ucapnya.
Sejak malam hari, sejumlah umat tampak berdatangan ke vihara untuk mengikuti prosesi sembahyang. Doa yang dipanjatkan antara lain memohon keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, serta keharmonisan keluarga.
Beragam persembahan disiapkan dalam sembahyang tersebut, mulai dari kue bulan (mooncake), buah-buahan, teh hingga dupa atau hio. Kue bulan berbentuk bulat memiliki makna simbolis. Bentuk tersebut melambangkan kebulatan tekad, keharmonisan, serta kebersamaan keluarga.
Tak hanya menjadi momentum berkumpul dan mempererat hubungan keluarga, tradisi ini juga dimaksudkan untuk menjaga warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.











