Mengenal Tradisi Menyambut Anak Beranjak Dewasa Bernama Chut Hwe He

  • Share
Chut Hwe He merupakan tradisi yang menjadi momen penting bagi anak yang mulai beranjak remaja menuju kedewasaan. (dokumentasi pribadi)

INIBORNEO.COM, Pontianak – Chut Hwe He merupakan tradisi Tionghoa kuno yang telah berlangsung selama lebih dari dua ribu tahun. Hingga kini, tradisi tersebut masih dilestarikan.

Tradisi ini dilaksanakan pada bulan tujuh, hari ketujuh dalam penanggalan Imlek Khongzili, ketika anak memasuki usia 15 tahun berdasarkan kalender shio.

“Tradisi ini menjadi momen penting bagi anak yang mulai beranjak remaja menuju kedewasaan,” kata Tokoh masyarakat Tionghoa, Rudi Leonard.

Dalam pelaksanaannya, anak dibawa ke Kelenteng Shen Ming untuk bersembahyang dengan membawa perlengkapan seperti buah, telur merah, huat kwe, dan kebutuhan lainnya sesuai kehendak keluarga. Anak laki-laki mengenakan pakaian merah, sementara anak perempuan mengenakan gaun merah.

Dahulu, sembahyang dilakukan di depan rumah dengan menghadap langit. Kini, tradisi tersebut umumnya dilaksanakan di kelenteng dengan memanjatkan doa kepada Tian.

Dalam tradisi ini, doa dipanjatkan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berbakti kepada orang tua dan leluhur, berbudi baik, terhindar dari malapetaka, serta diberikan keselamatan dan tuntunan dalam menjalani kehidupan.

Setelah sembahyang selesai, anak kemudian diberikan telur merah dan teh manis sebagai bagian dari tradisi.

Chut Hwe He masih menjadi tradisi yang terus diwariskan. Ia bukanlah sekadar ritual, tetapi menjadi simbol doa dan harapan keluarga dalam mengiringi langkah anak menuju kedewasaan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *