Mengantar Arwah ke Alam Baka Lewat Ritual Bakar Kapal

  • Share
Replika Kapal Wangkang yang bakal dibakar dalam Ritual Sembahyang Rebut, Kamis (27/8/2026).

INIBORNEO.COM, Pontianak – Warga Tionghoa di Kalimantan Barat, kembali menjalankan Ritual Sembahyang Rebut sebagai bagian dari upaya merawat tradisi leluhur. Salah satu rangkaian ritual tersebut ditandai dengan pembakaran replika Kapal Wangkang.

Tradisi bakar kapal ini digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Jalan Adi Sucipto, Kabupaten Kubu Raya. Bertepatan dengan tanggal 15 bulan ketujuh dalam penanggalan Imlek, tradisi ini merupakan salah satu rangkaian ritual budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Persiapan pelaksanaan tradisi bakar kapal tahun ini dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Meski digelar di tengah kondisi cuaca Kalimantan yang relatif panas dan kering, panitia telah menyiapkan sejumlah armada pemadam untuk mengantisipasi dan mengendalikan api, debu, serta asap yang ditimbulkan selama pembakaran.

Replika wangkang saat dibakar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual rebut sesaji. Setelah doa dibacakan, sesajian yang telah dipersiapkan kemudian diperebutkan oleh warga yang hadir. Sejumlah warga bahkan telah membawa kantong maupun karung sebagai wadah untuk mendapatkan sesaji tersebut.

Setelah rangkaian ritual selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pembakaran kapal sebagai bagian utama dari tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *