INIBORNEO.COM, Pontianak – Aktivitas bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFC) membutuhkan perangkat yang tidak hanya memiliki performa mumpuni, tetapi juga mudah dibawa dan mampu menunjang pekerjaan dalam berbagai kondisi.
Melihat kebutuhan tersebut, ASUS menghadirkan sejumlah pilihan laptop yang dapat digunakan untuk menunjang aktivitas kerja, mulai dari lini Vivobook hingga Zenbook dan ProArt. Pilihan tersebut menggabungkan desain ringkas, ketangguhan perangkat, serta fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Sejumlah laptop ASUS telah melewati pengujian standar militer MIL-STD 810H. Pengujian tersebut mencakup kemampuan perangkat menghadapi guncangan, suhu ekstrem, kelembapan hingga tekanan udara rendah,” kata Brama Setyadi, Head of Public Relations & Digital ASUS Indonesia, Rabu (19/08/2026).
Ketangguhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi pekerja yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak selalu bekerja dari ruang kantor. Laptop yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan dinilai dapat memberikan perlindungan tambahan ketika perangkat digunakan berpindah-pindah tempat.
Selain mengutamakan mobilitas, sebut Brama, ASUS Zenbook juga menggunakan material Ceraluminum™ yang membuat perangkat dirancang sebagai laptop tipis dan ringan. Sementara bagi pekerja yang membutuhkan perangkat untuk pekerjaan kreatif, ASUS ProArt dilengkapi ASUS DialPad yang dirancang untuk mempercepat alur kerja kreatif.
Pilihan lainnya adalah ASUS Vivobook yang menyasar kebutuhan produktivitas harian. Lini ini tersedia dalam sejumlah pilihan warna dan menggunakan layar NanoEdge dengan bezel tipis. ASUS juga menghadirkan Vivobook 14 sebagai salah satu laptop AI serta Vivobook Go 14 yang ditujukan untuk kebutuhan pelajar.
Bagi pengguna yang banyak mengandalkan pekerjaan berbasis AI, beberapa lini ASUS seperti Zenbook, Vivobook S series dan ProArt dibekali Neural Processing Unit (NPU) dengan performa lebih dari 50 TOPS dan hingga 80 TOPS pada varian tertinggi.
NPU memungkinkan sebagian beban pemrosesan ditangani secara khusus sehingga prosesor dapat lebih fokus pada pekerjaan lain. ASUS juga menyediakan tombol Copilot khusus serta ASUS Virtual Assistant Omni yang dapat digunakan sebagai chatbot AI secara offline. Fitur tersebut memungkinkan pemrosesan tertentu dilakukan tanpa harus selalu terhubung ke internet.
Untuk pekerjaan yang membutuhkan penggunaan laptop dalam waktu lama, ASUS turut menawarkan SmartO Mouse MD200 dengan desain ergonomis, sandaran ibu jari dan sensor presisi tinggi. Aksesori tersebut ditujukan untuk menunjang pekerjaan, tugas kuliah maupun proyek kreatif.
Selain spesifikasi perangkat, aspek layanan purnajual juga menjadi pertimbangan bagi pengguna yang mengandalkan laptop sebagai perangkat kerja utama. ASUS menyatakan telah memiliki 141 titik layanan resmi di Indonesia serta cakupan layanan internasional di lebih dari 90 negara.
ASUS juga memberikan peningkatan masa garansi untuk sejumlah lini. ASUS ProArt, Zenbook, Vivobook S series dan Vivobook Flip mendapatkan hingga tiga tahun Garansi Internasional dan tiga tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP). Sementara ASUS Vivobook classic mendapatkan hingga dua tahun untuk masing-masing layanan tersebut.
Program dan jajaran perangkat tersebut diperkenalkan ASUS dalam acara “ASUS No.1 Quality & Service 2026” di Pontianak, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut juga menghadirkan durability test untuk memperlihatkan proses pengujian laptop ASUS berdasarkan standar MIL-STD 810H.
Bagi pekerja yang menerapkan WFC, pilihan laptop pada akhirnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Zenbook lebih menonjolkan aspek mobilitas, ProArt menyasar pekerjaan kreatif, sedangkan Vivobook menawarkan pilihan untuk produktivitas harian dengan variasi desain dan fitur AI.










