Kades Balai Karangan Klarifikasi Terkait Video Viral saat Upacara Bendera 17 Agustus

  • Share
Kepala Desa Balai Karangan, Erzan Umar.

INIBORNEO.COM, Balai Karangan – Kepala Desa Balai Karangan, Erzan Umar menyampaikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial mengenai kejadian di Lapangan Komando Balai Karangan, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Kejadian tersebut terjadi pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Erzan Umar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila kejadian tersebut menimbulkan ketidaknyamanan maupun tanggapan negatif di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa tidak terdapat unsur kesengajaan maupun maksud untuk tidak menghargai pihak mana pun.

“Pada intinya tidak ada unsur kesengajaan dan tidak mungkin kita tidak menghargai siapa pun,” ujarnya.

Erzan Umar menjelaskan, pihaknya telah bertemu dengan orang tua murid dan kepala sekolah untuk membahas persoalan tersebut. Berdasarkan keterangan yang diterimanya, kepala sekolah sebelumnya telah melarang anak-anak sekolah dasar untuk tampil dalam rangkaian upacara karena adanya ketentuan dari dinas pendidikan. Penampilan anak-anak tersebut disebut berlangsung tanpa sepengetahuan kepala sekolah.

Menurut Erzan Umar, pada saat yang bersamaan para peserta juga tengah mempersiapkan pelaksanaan upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan. Kondisi cuaca yang mulai panas menjadi salah satu pertimbangan sehingga anak-anak SD memang tidak diikutsertakan dalam rangkaian upacara bendera.

Ia juga mengatakan tidak mengetahui adanya penampilan tambahan atau acara selingan di luar rangkaian resmi kegiatan.

“Dalam undangan Pak Camat, anak SD tidak diikutsertakan dalam upacara bendera. Mengingat cuaca cukup panas, memang anak-anak tidak diikutsertakan. Jadi penampilan tersebut berada di luar rundown resmi acara,” jelasnya.

Erzan Umar menambahkan, setelah pelaksanaan pengibaran bendera, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh pejabat, undangan, serta pihak-pihak yang hadir sebagai bagian dari momentum peringatan kemerdekaan. Setelah itu, peserta bersiap mengikuti kegiatan resmi di Taman Makam Pahlawan.

Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan HUT Kemerdekaan pada tahun-tahun sebelumnya, penampilan anak-anak biasanya ditempatkan pada kegiatan sore atau malam hari di panggung hiburan agar tidak mengganggu rangkaian acara resmi.

Erzan Umar kembali menyampaikan permohonan maaf apabila kejadian tersebut menimbulkan perasaan tidak nyaman atau salah persepsi di masyarakat.

“Kalau ada yang merasa tidak senang, tidak suka, atau mungkin berpikiran negatif, kami memohon maaf. Mudah-mudahan ini bisa menjadi evaluasi ke depannya,” katanya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama, khususnya dalam meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pihak dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kegiatan tambahan atau selingan ke depan perlu ditempatkan dan dikoordinasikan dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Erzan Umar juga menyampaikan bahwa pihak ibu-ibu yang terlibat telah menyampaikan permohonan maaf karena tidak mengetahui dampak dari unggahan yang kemudian membuat sebagian masyarakat merasa tidak nyaman. Kepala sekolah juga telah menyampaikan permohonan maaf karena tidak mengetahui adanya penampilan anak-anak SD tersebut.

“Pada intinya mungkin memang ada sedikit kekeliruan dalam rundown acara. Tidak ada sama sekali unsur kesengajaan atau unsur untuk tidak menghargai siapa pun,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Erzan Umar mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan dan mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan tetap diisi dengan semangat kebersamaan, pemikiran positif, serta prasangka yang baik demi kemajuan bersama.

“Kita ambil hikmahnya, ambil baiknya. Marilah kita saling memaafkan dan saling memaklumi. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran terbaik bagi kita semua,” tutupnya.

Penulis : Dodi

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *