INIBORNEO.COM, Pontianak – Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) mengolah air baku menjadi air siap konsumsi untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang terdampak keterbatasan air bersih di Kota Pontianak.
“Kita menyikapi permasalahan yang ada di Pontianak, yaitu kurangnya air bersih siap minum dan antrean di mana-mana. Karena itu, kita maksimalkan Polnep untuk membantu, khususnya civitas akademika dan masyarakat,” kata Widodo, Direktur Polnep pada Selasa 15 September 2026.
Menurut Widodo, bahan baku air diperoleh dari Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. Air tersebut kemudian diproses menggunakan unit pengolahan air milik Polnep hingga siap didistribusikan kepada masyarakat.
Polnep memiliki unit pengolahan air bernama Polnep Qua yang dilengkapi sejumlah teknologi pengolahan air, termasuk reverse osmosis (RO) dan teknologi air heksagonal.
“Untuk kondisi saat ini kita tidak jualan, tetapi murni kita bagikan secara gratis untuk masyarakat agar terpenuhinya air bersih yang siap minum,” katanya.
Widodo mengatakan air yang akan dibagikan terlebih dahulu melalui pengujian laboratorium. Pengujian dilakukan terhadap air baku maupun air hasil pengolahan untuk memastikan kualitasnya sebelum didistribusikan.
“Kita uji dulu. Kita punya laboratorium untuk menguji air bakunya, apakah layak diminum atau tidak. Begitu layak dan semuanya terpenuhi, aman, baru kita bagikan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur IV Polnep, Topan Prihantoro, menyampaikan hasil pengujian terhadap air yang telah diproses menunjukkan pH 5,74, TDS 41 ppm, dan salinitas 0,03 ppm.
Ia menyebut kadar TDS dan salinitas air tersebut tergolong rendah. Namun, nilai pH masih berada di bawah batas minimal 6,5.
“Dari hasil pengujian laboratorium, pH-nya 5,74, TDS 41 ppm, dan salinitas 0,03 ppm. Salinitas itu kandungan garam di dalam air,” ujarnya.
Untuk tahap awal, Polnep menargetkan sekitar 20 ribu liter air hasil pengolahan dapat diproduksi dan dibagikan secara bertahap kepada masyarakat serta keluarga besar civitas akademika.
Widodo mengatakan sekitar 5 ribu liter air telah diproses sejak Senin. Selanjutnya, proses pengolahan kembali dilakukan untuk memenuhi kebutuhan distribusi.
“Kita sudah terproses sekitar 5 ribu liter sejak kemarin. Hari ini proses lagi 5 ribu, hari ini 10 ribu liter akan masuk lagi. Besok dilanjutkan untuk internal dan kemudian eksternal, sampai bahan baku tersedia di kita,” katanya.
Pembagian air gratis tersebut akan dilakukan selama kondisi memungkinkan dan bahan baku masih tersedia.
Widodo berharap kondisi cuaca dan ketersediaan air di Kota Pontianak segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh kebutuhan air bersih secara normal.











