INIBORNEO.COM, Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendesak PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat menyusul pemadaman bergilir yang masih terjadi akibat gangguan pada boiler PLTU. Desakan itu disampaikan setelah banyaknya keluhan masyarakat yang diterimanya selama beberapa hari terakhir.
“Kita minta dipercepat karena pemadaman ini sangat meresahkan masyarakat. Informasi yang kami terima, perbaikan ditargetkan selesai pada 11 sampai 12 Juli. Harapan kita tentu bisa lebih cepat sehingga pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal,” katanya pada Selasa (07/07/2026) saat mengunjungi PLTD Siantan.
Menurutnya, dampak pemadaman tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi. Berbagai keluhan diterimanya, mulai dari pelaku UMKM yang kehilangan pendapatan, bahan makanan yang rusak akibat listrik padam, hingga terganggunya aktivitas masyarakat.
Karena itu, Edi meminta PLN tidak hanya fokus pada proses pemulihan, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
“Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. PLN perlu memperkuat mitigasi terhadap potensi gangguan sehingga masyarakat tidak kembali dirugikan akibat pemadaman berkepanjangan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi, memastikan pihaknya terus mengupayakan percepatan pemulihan sistem kelistrikan. Meski estimasi penyelesaian perbaikan berada pada 11 hingga 12 Juli, PLN berupaya agar proses tersebut dapat diselesaikan lebih cepat.
“Gangguan pada boiler PLTU yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan Barat menyebabkan berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Kota Pontianak,” ujarnya.
Namun, menurut Shofwan, proses pemulihan mulai menunjukkan perkembangan. Durasi pemadaman bergilir secara bertahap telah dipersingkat.
“Kami tetap berupaya melakukan percepatan pemulihan. Durasi pemadaman sudah semakin singkat. Yang tadinya enam jam menjadi sekitar empat jam, kemudian sesi pemadaman yang sebelumnya tiga kali kini menjadi dua kali. Untuk pagi hari juga sudah berhasil kami amankan sehingga tidak ada pemadaman,” ujarnya.
PLN juga memastikan mekanisme kompensasi bagi pelanggan terdampak akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku melalui sistem perusahaan.
Selain meminta percepatan pemulihan, Edi turut mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi terkait pemadaman listrik.
“Silakan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai merusak fasilitas atau aset negara. Yang terpenting, aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dengan baik,” pesannya.
Kunjungan Wali Kota ke PLTD Siantan dilakukan sebagai bentuk respons atas banyaknya keluhan masyarakat sekaligus memastikan PLN mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat normalisasi pasokan listrik di Kota Pontianak dan wilayah lain di Kalimantan Barat.











