BI Sebut Malaysia Jadi Mitra dengan Implementasi QRIS Cross Border Terbesar

  • Share
Doni Septadijaya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, dalam kegiatan Media Bekabar yang digelar Selasa (30/06/2026).

INIBORNEO.COM, Pontianak – Bank Indonesia (BI) terus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di kawasan perbatasan Kalimantan Barat sebagai upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan Ringgit Malaysia dalam transaksi sehari-hari. Langkah tersebut dilakukan melalui perluasan penggunaan QRIS, termasuk QRIS Cross Border yang menghubungkan sistem pembayaran Indonesia dengan Malaysia.

“Kawasan perbatasan menjadi salah satu fokus pengembangan transaksi digital karena aktivitas ekonomi masyarakat masih banyak bersinggungan dengan negara tetangga. Melalui QRIS, transaksi diharapkan dapat dilakukan menggunakan rupiah secara lebih mudah, cepat, dan efisien tanpa harus bergantung pada mata uang asing,” kata Doni Septadijaya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, dalam kegiatan Media Bekabar yang digelar Selasa (30/06/2026).

Upaya tersebut merupakan kelanjutan dari program Layanan Perbankan Nusantara (LENTERA) Batas Negeri 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong pada 23–25 Juni lalu. Melalui program tersebut, BI menghadirkan berbagai layanan kebanksentralan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan Rupiah dan pemanfaatan QRIS Cross Border sebagai instrumen pembayaran lintas negara.

Tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas perdagangan di perbatasan Indonesia–Malaysia membuat kawasan tersebut membutuhkan sistem pembayaran yang mudah diakses sekaligus mampu memperkuat penggunaan Rupiah dalam transaksi ekonomi. Karena itu, perluasan akseptasi QRIS Cross Border menjadi salah satu strategi utama yang terus didorong.

BI menyebut implementasi QRIS Cross Border dengan Malaysia saat ini menjadi yang terbesar dibandingkan negara mitra lainnya. “Nilai transaksi QRIS lintas negara juga telah mencapai sekitar Rp1 triliun, mencerminkan meningkatnya pemanfaatan pembayaran digital antarnegara,” lanjutnya.

Perkembangan penggunaan QRIS di Kalimantan Barat juga menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, jumlah merchant QRIS telah menembus lebih dari 539 ribu merchant, dengan mayoritas berasal dari sektor usaha mikro. BI berharap semakin luasnya penggunaan QRIS Cross Border akan membuat transaksi masyarakat perbatasan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien sekaligus mengurangi penggunaan mata uang asing dalam aktivitas perdagangan.

Selain mendorong digitalisasi pembayaran, BI juga mengintegrasikan penguatan ekonomi masyarakat melalui program LENTERA Batas Negeri. Kegiatan tersebut menghadirkan layanan penukaran uang, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, perlindungan konsumen, pasar UMKM, hingga business matching untuk membuka akses pasar bagi pelaku usaha di kawasan perbatasan.

Secara nasional, BI mencatat transformasi digital terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Volume transaksi ekonomi digital tumbuh 28 persen menjadi sekitar 5,22 miliar transaksi, sementara implementasi QRIS terus diperluas, termasuk melalui layanan lintas negara.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *