INIBORNEO.COM, Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mendorong peralihan mata pencaharian masyarakat Kecamatan Batu Ampar dari usaha tungku arang bakau menuju sektor yang lebih ramah lingkungan melalui pengembangan kelapa genjah.
Langkah tersebut ditandai dengan penanaman perdana kelapa genjah melalui program agroforestry di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, yang dipimpin Bupati Kubu Raya, Sujiwo, Sabtu (20/6/2026).
Sujiwo mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut pasca penutupan usaha tungku arang bakau yang selama ini menjadi sumber penghidupan sebagian masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, akhirnya kita sampai di area penanaman perdana kelapa genjah dengan program agroforestri” tutur Sujiwo.
Dari kelapa genjah, diharapkannya masyarakat tetap memiliki penghasilan yang berkelanjutan sekaligus ramah lingkungan.
Sujiwo mengatakan program pengembangan kelapa genjah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan alternatif ekonomi bagi masyarakat setelah penutupan tungku arang. Menurutnya, keputusan yang diambil pemerintah bukan semata-mata soal penertiban usaha, melainkan upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengangkat harkat dan martabat masyarakat Batu Ampar.
Ia menegaskan pemerintah tidak ingin meninggalkan masyarakat setelah mengambil kebijakan penutupan tungku arang bakau. Karena itu, berbagai kolaborasi dibangun untuk menghadirkan solusi nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
“Ini bentuk keseriusan pemerintah menggandeng pihak swasta untuk memberikan solusi pasca pemerintah mengambil suatu keputusan demi kehormatan, marwah, dan martabat masyarakat Desa Batu Ampar menuju kesejahteraan yang bermartabat dengan tetap menyelamatkan lingkungan mangrove,” katanya.
Pada tahap awal, program yang digagas BSM tersebut akan mengembangkan perkebunan kelapa genjah seluas 80 hektare. Penanaman simbolis yang dilakukan menjadi penanda dimulainya transformasi ekonomi masyarakat pesisir menuju sektor yang lebih berkelanjutan.
“Untuk pertama kali ini akan ditanam di lahan seluas 80 hektare. Ini salah satu langkah konkret yang langsung kita lakukan. Sebagian area segera ditanami setelah kegiatan simbolis ini,” ungkapnya.
Sujiwo mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, perjalanan menuju lokasi penanaman yang harus melewati titian panjang dan medan berlumpur menjadi bukti kesungguhan semua pihak dalam memperjuangkan masa depan masyarakat Batu Ampar.
“Ini bukti kecintaan kita kepada masyarakat Desa Batu Ampar dan kecintaan kita kepada lingkungan mangrove. Semua berkolaborasi, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perbankan, hingga organisasi masyarakat,” katanya.











