BI Dorong QRIS Antarnegara di Tiga PLBN Kalbar

  • Share

INIBORNEO.COM, Pontianak – Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat mendorong perluasan transaksi pembayaran digital antarnegara di kawasan perbatasan melalui QRIS BETANG (Bangun Ekosistem Transaksi Antar Negara). Inisiatif ini menyasar tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yakni Entikong, Badau, dan Jagoi Babang.

“Sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan di Kalimantan Barat terus diperkuat untuk mengakselerasi ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital melalui berbagai inisiatif strategis,” kata Kepala Perwakilan BI Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

QRIS BETANG dikembangkan untuk mendorong penggunaan pembayaran digital di kawasan perbatasan, termasuk untuk transaksi antara masyarakat dan wisatawan dari negara lain. BI Kalbar juga mendorong pelaku usaha di sekitar PLBN agar dapat memanfaatkan sistem pembayaran digital tersebut.

Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) LENTERA Batas Negeri 2026 di PLBN Badau. BI Kalbar juga mengembangkan QRIS BETANG di tiga PLBN yang menjadi titik perlintasan masyarakat antarnegara.

Selain menyediakan sistem pembayaran digital, BI Kalbar mendorong keterlibatan industri perbankan melalui program QRIS Racing Transaksi Antarnegara. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan penggunaan QRIS dalam transaksi di kawasan perbatasan.

BI Kalbar juga melakukan identifikasi dan aktivasi titik-titik strategis yang berpotensi menjadi lokasi transaksi wisatawan mancanegara. Upaya ini dilakukan bersama Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPERWI), serta organisasi perangkat daerah terkait.

Pengembangan pembayaran digital di perbatasan menjadi bagian dari upaya BI memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Pada tingkat nasional, BI mendorong sistem pembayaran yang semakin terhubung sehingga transaksi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien.

Dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026, Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan transformasi ekonomi dan keuangan digital perlu dibangun melalui konektivitas infrastruktur, keterhubungan sistem, serta kerja sama berbagai pihak.

Di Kalimantan Barat, upaya tersebut diterapkan pada wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi lintas negara. Tiga PLBN menjadi titik penting karena menjadi jalur keluar-masuk masyarakat dan wisatawan dari Indonesia ke negara tetangga.

Meski demikian, keterangan BI Kalbar belum mencantumkan jumlah pelaku usaha yang telah menggunakan QRIS BETANG maupun nilai transaksi yang sudah tercatat di tiga PLBN tersebut. Data tersebut penting untuk melihat sejauh mana pembayaran digital antarnegara telah digunakan oleh masyarakat dan pelaku usaha di kawasan perbatasan.

BI Kalbar menyatakan penguatan ekosistem digital di perbatasan akan terus dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *