MIKADO Festival Hadirkan 15 Penampil, Playground, hingga Kolaborasi Lingkungan

  • Share
Tommy Utama Putra, Program Director dan Nanda Dwi Wahyudi, Project Director MIKADO Festival. (iniborneo/Cantya Zamzabella)

INIBORNEO.COM, Pontianak – MIKADO Festival tidak hanya menawarkan pertunjukan musik. Festival yang berlangsung pada 4 Desember 2026 di halaman Grand Mahkota Hotel, Pontianak, ini juga menyiapkan playground, pameran karya seniman lokal, serta kolaborasi pengelolaan sampah bersama komunitas lingkungan.

“Kami ingin menjadikan MIKADO sebagai rumah bersama, semacam taman bermain bagi semua orang selama satu hari. Jadi, acara ini bukan hanya milik saya dan Nanda, tetapi juga teman-teman komunitas yang terlibat. Saya ingin mereka merasa bahwa ini acara mereka juga,” kata Tommy Utama Putra, Program Director MIKADO Festival pada Senin (2/11/2016).

Konsep tersebut diwujudkan melalui beragam aktivitas yang melibatkan komunitas dan pelaku kreatif lokal. Penyelenggara ingin pengunjung datang bukan hanya untuk menyaksikan musisi, tetapi juga menikmati berbagai pengalaman selama festival.

Untuk pertunjukan musik, MIKADO menghadirkan 15 penampil, yakni Sal, 510, Reality Club, LAS!, Manjakani, Stromberry Blue, HOPE!, Mouz, Dwiplo, DPR, In Deck We Trust, Lixxy, New Starter, Breakbeat Boys, dan Undaground Cartel.

Tiga panggung juga disiapkan di MIKADO, yakni dua panggung outdoor dan satu panggung indoor. Panggung utama menghadirkan penampil utama, panggung kedua menjadi ruang bagi skena musik lokal dan komunitas, sedangkan panggung indoor diisi penampilan DJ dan aktivitas party.

Di luar musik, pengunjung dapat menikmati playground yang menyediakan permainan konsol, mahyong, dan fingerboard. Masing-masing permainan akan dilengkapi kompetisi kecil. Area ini juga menyediakan bean bag untuk bersantai dan dapat diakses secara gratis.

MIKADO juga turut membuka ruang bagi seniman visual lokal untuk memamerkan karya. Penyelenggara menargetkan lima seniman terlibat, dengan tiga di antaranya telah terkonfirmasi saat persiapan berlangsung. Karya yang ditampilkan mencakup lukisan dan bentuk seni visual lainnya.

Para seniman juga akan memiliki booth agar pengunjung dapat melihat karya sekaligus berinteraksi langsung dengan pembuatnya. Salah satu kreator yang terlibat adalah Faza Meonk, pencipta karakter komik Si Juki. Panji juga turut berkolaborasi dalam pengerjaan karya visual untuk MIKADO.

Pada aspek lingkungan, MIKADO bekerja sama dengan Siklus Bijak untuk merancang pengelolaan sampah selama festival. Tommy mengatakan, penyelenggara ingin mengetahui jumlah sampah yang dihasilkan sekaligus memastikan sampah tersebut mendapat penanganan lanjutan.

“Kami ingin pengelolaan sampah dalam acara ini berjalan dari hulu hingga hilir. Jadi, sampah yang dihasilkan selama kegiatan akan dikumpulkan, kemudian dikelola. Kami juga ingin mengetahui berapa banyak sampah yang terkumpul dan nantinya akan diolah menjadi apa,” ujarnya.

Mekanisme pengelolaan masih dibahas bersama Siklus Bijak. Salah satu gagasan yang dijajaki adalah mengolah sampah plastik menjadi produk baru, seperti tatakan gelas atau gantungan kunci. Teknis pelaksanaannya belum dipastikan.

Di sektor kuliner, MIKADO menggandeng Makan Lok Budak untuk mengkurasi tenant makanan dan jajanan praktis. Penyelenggara juga menyiapkan penampilan tiga komika lokal saat jeda waktu Magrib.

Sebelum acara utama, MIKADO merencanakan talkshow yang melibatkan pelajar SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Muhammadiyah 1 Pontianak.

Penyelenggara menargetkan sekitar 4.000 pengunjung pada penyelenggaraan perdana ini. Tommy mengatakan, pihaknya ingin membangun festival yang memiliki daya tarik lebih luas daripada sekadar nama musisi.

“Kami tidak ingin bertumpu pada talent saja. Harapannya, pada penyelenggaraan MIKADO berikutnya, siapa pun musisi yang kami undang, orang tetap ingin datang karena memang ingin menikmati MIKADO,” katanya.

MIKADO dikelola Tommy Utama Putra sebagai Program Director dan Nanda Dwi Wahyudi sebagai Project Director. Keduanya berharap festival ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan sekaligus ruang kolaborasi bagi komunitas dan pekerja kreatif di Pontianak.

Masyarakat yang ingin menghadiri festival ini dapat membeli tiket secara daring melalui link ini.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *