INIBORNEO.COM, Pontianak – Kalimantan Barat kembali menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi syariah di Indonesia Timur dengan membawa pulang delapan penghargaan dari berbagai kategori pada ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 10–12 Juli. Hal ini juga sekaligus mengantarkan sejumlah wakilnya melaju ke Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.
“Kalimantan Barat kembali menunjukkan kiprahnya dengan meraih delapan penghargaan pada berbagai kategori kompetisi. Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, lembaga zakat dan wakaf, pesantren, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing,” tulis Doni Septadijaya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dalam publikasi tertulis, Minggu (13/07/2026).
FESyar KTI merupakan agenda tahunan menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di kawasan timur Indonesia. Tahun ini kegiatan mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital serta diikuti 22 provinsi dari Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Prestasi Kalimantan Barat paling menonjol terlihat pada Halal Chef Competition (HCC). Eko Hedrawan berhasil meraih Juara 1 kategori profesional, Elpidius Ricky menjadi Juara 1 kategori umum, sementara Islandi meraih Juara 3 kategori pesantren. Hasil tersebut memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah dengan potensi industri kuliner halal yang kompetitif di kawasan timur Indonesia.
Tak hanya di bidang kuliner, Kalimantan Barat juga mencatat prestasi pada Modest Fashion Designer Competition (MFDC). Desainer Jazila dari BornNeo berhasil meraih Juara 1 kategori profesional, sedangkan Riza Fibula memperoleh Juara 3 kategori pelajar.
Di sektor literasi ekonomi syariah, SMAN 3 Pontianak meraih Juara 3 Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) tingkat Kawasan Timur Indonesia. Sementara itu, Baitulwaqaf Munzalan Indonesia menyabet Juara 2 kategori wakaf dalam Program ZISWAF, menandai berkembangnya praktik wakaf produktif di Kalimantan Barat.
Prestasi lainnya datang dari kategori Lomba Konten Syariah. Fadilla Amarti Pratiwi berhasil meraih Juara 1 melalui karya yang mengangkat nilai-nilai ekonomi dan keuangan syariah melalui media digital.
Atas capaian tersebut, Kalimantan Barat akan mewakili Kawasan Timur Indonesia pada ISEF 2026 di Jakarta melalui kategori Halal Chef Competition profesional, umum, dan pesantren. Sementara pemenang MFDC kategori profesional juga memperoleh undangan untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan ISEF 2026.
Menurut Doni, capaian tersebut menunjukkan daya saing Kalimantan Barat, terutama pada sektor kuliner halal dan modest fashion. Ke depan, Bank Indonesia Kalbar akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan industri halal, meningkatkan literasi ekonomi syariah, dan mencetak lebih banyak talenta unggul.











