BPS Mulai Pendataan Door-to-Door Sensus Ekonomi 2026 di Kalbar

  • Share
M. Saichudin, Kepala BPS Kalbar pada Kamis (05/01/2025).

INIBORNEO.COM, Pontianak – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026. Hingga 31 Agustus 2026 mendatang, ribuan petugas akan mendatangi rumah tangga dan pelaku usaha secara langsung untuk menghimpun data ekonomi di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

“Sebanyak 4.701 petugas telah direkrut melalui proses seleksi terbuka dan transparan di seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat untuk mendukung pelaksanaan sensus,” kata Muh Saichudin, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat.

Sebelum turun ke lapangan, para petugas telah mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak 18 Mei hingga 13 Juni 2026. Mereka dibekali pemahaman mengenai konsep statistik, teknik wawancara, pemanfaatan teknologi pendataan, hingga prosedur pengumpulan data sesuai standar BPS.

“Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan mulai tanggal 15 Juni sampai dengan 31 Agustus 2026 di seluruh wilayah Kalimantan Barat dengan diawali pendataan terhadap Bapak Gubernur Kalimantan Barat pada pagi hari tadi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 secara door-to-door untuk rumah tangga dan pelaku usaha di Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Menurut Saichudin, Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti penting karena dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sejak pelaksanaan sensus terakhir pada 2016, telah terjadi berbagai perubahan dalam struktur dan aktivitas ekonomi yang perlu didokumentasikan secara menyeluruh.

Melalui sensus tersebut, pemerintah akan memperoleh gambaran terkini mengenai perkembangan usaha, persebaran kegiatan ekonomi, karakteristik pelaku usaha, hingga potensi ekonomi yang dimiliki setiap daerah.

Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, meminta seluruh petugas sensus menjaga integritas dan profesionalisme selama menjalankan tugas di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya kualitas data yang dihimpun karena hasil sensus akan menjadi rujukan dalam perencanaan pembangunan di masa mendatang.

“Melalui kegiatan pencanangan ini, saya instruksikan beberapa hal penting kepada seluruh petugas sensus yaitu jaga integritas dan profesionalisme, utamakan kualitas data, lakukan pengawalan dan pengawasan serta bangun komunikasi yang baik kepada responden,” katanya.

Harisson turut mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas resmi BPS dan memberikan jawaban sesuai kondisi yang sebenarnya.

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menghasilkan data ekonomi yang akurat dan kredibel sebagai dasar pembangunan Kalimantan Barat ke depan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *