Dari Perbatasan RI-Malaysia, BPS Kalbar Mulai Sensus Ekonomi 2026

  • Share

INIBORNEO.COM, Sambas – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat memulai langkah awal Sensus Ekonomi 2026 dari Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Pemilihan desa yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia itu menjadi simbol komitmen BPS untuk menjangkau seluruh pelaku usaha hingga ke wilayah terluar.

“Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mendata usaha, tetapi juga memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi ekonomi pelaku usaha sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan oleh pemerintah,” ujar Moh Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI dalam publikasi resmi Selasa (17/06/2026).

Menurutnya, pendataan juga akan memberikan gambaran kondisi sosial ekonomi pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai pertanian, industri, perdagangan hingga jasa.

Temajuk dipilih karena wilayah tersebut yang berada di ujung utara Kalimantan Barat dan dinilai merepresentasikan semangat sensus yang ingin memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang luput dari pendataan.

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 sendiri akan dilaksanakan pada Sabtu (13/6) dan menjadi bagian dari kegiatan Gema Membangun Desa ke-2 Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Barat.

Pencanangan ditandai dengan pemasangan rompi dan atribut Sensus Ekonomi 2026 secara simbolis kepada petugas sensus oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS telah merekrut 4.701 petugas lapangan melalui proses seleksi terbuka dan wawancara yang dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Khusus di Kabupaten Sambas, jumlah petugas yang akan diterjunkan mencapai 569 orang.

Moh Edy juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas resmi yang datang melakukan pendataan dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait data yang diberikan karena kerahasiaannya dijamin oleh undang-undang.

“Partisipasi aktif dan kejujuran pelaku usaha dalam memberikan data menjadi kunci untuk menghasilkan potret ekonomi yang akurat dan kredibel,” katanya.

Kegiatan pencanangan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Plt Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS RI, Inspektur II BPS RI, Wakil Bupati Sambas, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Kepala BPS Kabupaten Sambas, jajaran OPD, instansi vertikal, serta masyarakat setempat.

Melalui pencanangan yang dimulai dari wilayah perbatasan, BPS Kalimantan Barat berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat menjangkau seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali. Hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke pelosok daerah.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *