Diserang Buaya, Warga Batu Ampar Dilaporkan Hilang

  • Share
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang akibat diserang buaya di Batu Ampar, Kubu Raya.

INIBORNEO.COM, Kubu Raya – Peristiwa dugaan serangan buaya terjadi di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Seorang warga bernama Sulyadi (41) dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat memancing di perairan setempat.

“Laporan diterima pada Senin, 22 Juni 2026 dan hingga Selasa, 23 Juni 2026, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan sejak insiden terjadi sehari sebelumnya,” jelas I Made Junetra, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak pada Senin (22/6/2026).

Menurutnya, sekitar pukul 16.00 WIB, rekan korban bernama Abdul Wahab berangkat menggunakan sampan untuk mengantarkan bahan bakar minyak dan logistik kepada korban yang sedang memancing di perairan Batu Ampar. Setibanya di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, tiba-tiba seekor buaya langsung menerkam korban yang berada di atas sampan robin.

Tidak jauh dari lokasi kejadian, terdapat saksi lain bernama Pitung yang turut menyaksikan peristiwa tersebut. Kedua saksi sempat berupaya melakukan pencarian, namun kondisi yang mulai gelap membuat upaya tersebut dihentikan. Mereka kemudian kembali ke pemukiman untuk melaporkan kejadian kepada warga setempat.

Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Kayong Utara menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

“Koordinasi telah dilakukan dengan pihak terkait dan masyarakat sekitar. Namun hingga malam hari, pencarian masih belum membuahkan hasil,” kata Junetra.

Ia menambahkan, pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan bersama masyarakat setempat dengan menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian.

Junetra juga mengimbau warga yang beraktivitas di wilayah sungai, muara, maupun kawasan yang diketahui menjadi habitat buaya agar meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan, terutama di wilayah yang memiliki populasi buaya,” ujarnya.

Sebagai wilayah yang didominasi sungai, muara, dan hutan mangrove, Batu Ampar menjadi ruang yang digunakan bersama oleh manusia dan buaya muara. Bagi masyarakat pesisir, perairan merupakan sumber penghidupan sehari-hari, sementara bagi buaya kawasan tersebut adalah habitat alaminya. Kondisi inilah yang membuat potensi konflik antara manusia dan satwa liar masih terus menjadi tantangan di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Barat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *