Pengusaha Asal Kalbar Hibahkan Aplikasi Deteksi Dini untuk Hadapi Karhutla

  • Share

INIBORNEO.COM, Pontianak — Pengusaha asal Kalimantan Barat di bidang teknologi informasi, Hajon Mahdy, menghibahkan aplikasi sistem informasi secara gratis untuk mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

“Aplikasi ini ditujukan untuk membantu proses deteksi dini dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Pemanfaatan sistem informasi tersebut diharapkan membuat upaya pencegahan dan mitigasi bencana dapat dilakukan secara lebih terukur,” sebut Hajon dalam diskusi strategis yang diinisiasi dan difasilitasi Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat di Markas PMI Kalbar, Rabu (26/08/2026).

Selain penyerahan aplikasi, diskusi tersebut juga membahas potensi karhutla, pemetaan wilayah berisiko, kondisi gambut, hingga penentuan prioritas mitigasi bencana melalui sistem informasi.

Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan penanggulangan bencana, di antaranya Balai Pengelola Ekosistem Gambut dan Mangrove Kementerian Lingkungan Hidup, Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Bank Indonesia, serta Bank Kalbar.

PMI Provinsi Kalbar menyambut hibah aplikasi tersebut sebagai salah satu inovasi untuk memperkuat mitigasi karhutla. Namun, pemanfaatannya membutuhkan dukungan data dari berbagai sektor agar sistem dapat bekerja secara optimal.

Integrasi data menjadi penting karena pemetaan risiko karhutla tidak hanya berkaitan dengan lokasi kebakaran, tetapi juga kondisi wilayah yang memiliki potensi terdampak. Data mengenai kondisi gambut, wilayah berisiko, dan informasi terkait lainnya diperlukan untuk membantu menentukan langkah mitigasi.

PMI berharap instansi, lembaga, dan pihak terkait dapat mendukung penyediaan serta integrasi data yang dibutuhkan aplikasi tersebut.

Dengan adanya aplikasi yang dihibahkan tanpa biaya, inisiatif teknologi lokal ini kini dihadapkan pada tahap berikutnya, yakni memastikan sistem informasi tersebut dapat terhubung dengan data lintas sektor dan benar-benar digunakan untuk memperkuat pencegahan karhutla di Kalimantan Barat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *