5 Gelombang Evolusi Warung Kopi di Pontianak

  • Share

INIBORNEO.COM, Pontianak – Pontianak dikenal sebagai Kota Seribu Warung Kopi. Namun, budaya ngopi di kota ini ternyata tidak berkembang secara instan. Menurut Limin atau Aming, pemilik Warkop Aming yang telah berkecimpung di bisnis kopi sejak 1995, perjalanan warung kopi di Pontianak mengalami sedikitnya lima gelombang transformasi.

Berikut lima fase perkembangan warung kopi di Pontianak.

1. Warung Kopi Tradisional Warisan Peranakan Tionghoa

Gelombang pertama lahir dari warung kopi tradisional yang didirikan para imigran Tionghoa. Warung kopi generasi awal ini berkembang sebagai usaha keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

Warung Kopi Tradisional di kawasan Pasar Tengah Pontianak.

Namun, keberadaan generasi pertama kini hampir tidak lagi ditemukan.

“Generasi awalnya sekarang sudah tidak ada. Yang tersisa umumnya generasi kedua atau ketiga,” kata Aming.

Menurutnya, banyak usaha keluarga akhirnya tutup karena tidak memiliki penerus yang bersedia melanjutkan bisnis orang tua.

Kawasan Pasar Tengah menjadi salah satu pusat berkembangnya gelombang pertama. Dahulu, kawasan ini dipenuhi deretan warung kopi, meski kini hanya beberapa yang masih bertahan, salah satunya Warkop Sukahati yang telah memasuki generasi kedua hingga ketiga.

2. Muncul Warkop Ikonik dengan Pelanggan Loyal

Gelombang kedua ditandai dengan munculnya warung kopi yang memiliki identitas lebih kuat dan mulai dikenal luas masyarakat.

Nama-nama seperti Asiang dan Aming menjadi representasi fase ini. Warung Kopi Asia yang kini dikenal sebagai Kopi Anam juga termasuk dalam generasi tersebut setelah berpindah dari Jalan Hijaz ke kawasan Siam.

Kopi Aming, salah satu kopi yang cukup populer di Pontianak.

Pada masa ini, warung kopi tidak lagi sekadar tempat menikmati secangkir kopi, tetapi berkembang menjadi ruang berkumpul dan berinteraksi dengan pelanggan tetap yang loyal.

3. Coffee Shop Modern Mulai Mengubah Budaya Ngopi

Perubahan besar terjadi ketika Pontianak memasuki gelombang ketiga dengan hadirnya konsep third wave coffee atau coffee shop modern.

Konsep ini memperkenalkan penggunaan mesin espresso, teknik penyeduhan yang lebih presisi, hingga kopi spesialti yang menonjolkan kualitas biji kopi.

Perkembangannya didorong oleh hadirnya barista lokal, seperti Dimas Jaja, serta munculnya merek baru seperti Segitiga Coffee.

Dimas Jaja, barista Pontianak yang pernah mengikuti World Cup Tasters Championship pada tahun 2017.

Bahkan, sejumlah pelaku usaha melakukan transformasi dari bisnis lain, seperti warung internet (warnet), menjadi coffee shop modern mengikuti perubahan selera pasar.

4. Specialty Coffee dan Kopitiam Modern Bermunculan

Memasuki gelombang keempat, tren kopi berkembang semakin beragam.

Coffee shop mulai menawarkan kopi spesialti dengan metode seduh yang lebih eksperimental. Di sisi lain, muncul konsep kopitiam modern yang memadukan nuansa warung kopi klasik dengan desain dan pelayanan yang lebih kekinian.

Meski demikian, menurut Aming, konsep tersebut belum mampu menyaingi daya tahan warung kopi tradisional yang telah memiliki pelanggan setia selama bertahun-tahun.

Sebaliknya, coffee shop modern terus tumbuh dengan menyasar generasi muda melalui desain interior yang menarik serta pengalaman menikmati kopi yang berbeda.

5. Warung Kopi Bertransformasi Menjadi Pusat Hiburan

Menurut Aming, saat ini Pontianak mulai memasuki gelombang kelima dalam perkembangan budaya ngopi.

Warung kopi tidak lagi berdiri sendiri sebagai tempat minum kopi, melainkan menjadi bagian dari ekosistem hiburan.

“Pontianak saat ini sedang memasuki gelombang terbaru, yakni gelombang kelima, di mana warung kopi tidak lagi berdiri sebagai entitas tunggal, melainkan bagian dari ekosistem hiburan yang lebih luas. Konsep one stop entertainment mulai bermunculan, menggabungkan coffee shop dengan fasilitas seperti gym, biliar, karaoke, hingga ruang hiburan lainnya,” jelasnya.

Konsep tersebut dinilai menjadi arah baru industri warung kopi di Pontianak, yang kini tidak hanya menjual minuman, tetapi juga pengalaman dan gaya hidup bagi pengunjung.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *