INIBORNEO.COM, Pontianak – Santunan anak yatim umumnya identik dengan pemberian uang atau paket kebutuhan. Namun, konsep berbeda dihadirkan Dompet Ummat Kalimantan Barat melalui Festival Muharram Inklusif: Langkah Baru untuk Semangat Berbagi yang tidak hanya memberikan perlengkapan sekolah, tetapi juga menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk membangun mimpi dan rasa percaya diri.
“Festival Muharram Inklusif bukan hanya tentang memberikan perlengkapan sekolah, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, membangun rasa percaya diri, dan menumbuhkan mimpi besar pada anak-anak. Kami berharap pengalaman hari ini menjadi kenangan indah yang menguatkan langkah mereka di masa depan. Terima kasih kepada seluruh donatur, mitra dan relawan yang telah membersamai langkah kebaikan ini,” ujar Nurhayati, Direktur Eksekutif Dompet Ummat Kalimantan Barat, pada Sabtu (11/7/2026).
Menurut Nurhayati, semangat berbagi di bulan Muharram tidak seharusnya berhenti pada pemberian bantuan materi. Dukungan berupa perhatian, kasih sayang, dan ruang bagi anak-anak untuk bermimpi juga menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang berkarakter dan optimistis menghadapi masa depan.
Kegiatan tersebut diikuti 20 anak yatim menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Selain memperoleh bantuan kebutuhan sekolah, para peserta diajak mengikuti serangkaian aktivitas yang dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, harapan, dan optimisme terhadap masa depan.
Festival dibuka dengan sesi storytelling bertema “Mimpi Anak Kalbar”. Melalui cerita inspiratif, anak-anak diajak membayangkan cita-cita mereka, kemudian menuangkannya dalam bentuk gambar maupun tulisan menggunakan spidol warna-warni.
Tak hanya itu, mereka juga diminta menulis surat untuk diri sendiri yang berisi harapan, cita-cita, dan pesan tentang masa depan. Surat-surat tersebut akan disimpan dan direncanakan dibuka kembali lima hingga sepuluh tahun mendatang sebagai pengingat perjalanan hidup dan impian yang pernah mereka tuliskan.
Suasana semakin semarak saat peserta mengikuti kegiatan melukis dan mewarnai tote bag. Aktivitas ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membawa pulang hasil karya yang mereka buat sendiri.
Seluruh peserta kemudian memanjatkan doa bersama bagi para donatur yang telah berbagi rezeki, serta mendoakan agar Indonesia senantiasa diberi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan.
Dompet Ummat juga mengajak anak-anak berbelanja perlengkapan sekolah di Eka Jaya Stationery. Berbeda dengan bantuan yang biasanya sudah dikemas dalam bentuk paket, kali ini peserta diberi kesempatan memilih sendiri buku, alat tulis, maupun perlengkapan sekolah sesuai kebutuhan mereka.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan siang bersama di Restoran Bebek Boedjang yang mempererat kebersamaan antara anak-anak, relawan, dan panitia.
Nurhayati juga turut mengapresiasi berbagai pihak yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, di antaranya Mitra Bakery, Simula Space, Rumangsa, PDAM Tirta Khatulistiwa, Eka Jaya Stationery, serta mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) IAIN.
“Semangat berbagi di bulan Muharram tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga lewat perhatian, kasih sayang, dan dukungan yang mampu menumbuhkan generasi berkarakter, percaya diri, serta memiliki harapan untuk meraih cita-cita,” pungkasnya.











