INIBORNEO.COM, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak terus mendorong peningkatan kualitas hidup warga lanjut usia (lansia) melalui berbagai program kesehatan, penyediaan ruang publik, dan penguatan lingkungan yang ramah lansia. Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan lansia yang mandiri, sehat, produktif, dan bahagia.
“Pemerintah Kota Pontianak berupaya bagaimana meningkatkan kualitas kehidupan para lansia di Kota Pontianak ini. Yang kita harapkan adalah lansia yang mandiri, artinya bisa beraktivitas secara mandiri,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Indonesia di halaman Kantor Dinas Sosial Kota Pontianak, Jumat (12/6/2026).
Ia juga mengatakan lansia yang mandiri merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, lansia diharapkan tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri meskipun telah memasuki usia lanjut.
Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa kondisi lansia tidak dapat disamaratakan. Sebagian masih mampu menjalankan aktivitas secara normal, sementara sebagian lainnya mulai mengalami ketergantungan ringan hingga berat. Oleh sebab itu, penerapan pola hidup sehat sejak dini menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut, seperti rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala melalui posyandu lansia, puskesmas maupun rumah sakit.
“Dalam rangka menuju lansia yang produktif dan mandiri, tentu harus dimulai dengan pola hidup sehat. Seperti tadi kita senam lansia, kemudian menjaga pola makan dan rutin memeriksakan kesehatan,” katanya.
Selain menjaga kesehatan, Edi juga mendorong para lansia untuk tetap aktif menyalurkan hobi dan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Aktivitas seperti berkebun, menanam, memasak maupun kegiatan kreatif lainnya dinilai mampu menjaga kesehatan fisik dan mental lansia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), usia harapan hidup masyarakat Kota Pontianak saat ini mencapai 75,4 tahun. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kualitas kesehatan dan lingkungan hidup masyarakat di Kota Pontianak.
Menurut Edi, keberadaan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik turut mendukung peningkatan kualitas hidup warga, termasuk kelompok lansia. Berbagai ruang publik yang tersedia menjadi sarana bagi masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, dan melakukan aktivitas sosial.
“Banyak warga usia 60 tahun ke atas yang melakukan kegiatan olahraga, jalan sehat, dan kegiatan lainnya di ruang-ruang terbuka hijau. Ini menunjang warga untuk lebih produktif dan lebih banyak bergerak,” ungkapnya.
Pemkot Pontianak, lanjut dia, berkomitmen terus memperluas ruang terbuka hijau dan kawasan Car Free Day. Selain mendorong aktivitas fisik masyarakat, kawasan tersebut juga menjadi ruang interaksi sosial yang berkontribusi terhadap peningkatan indeks kebahagiaan warga.
“Seperti Car Free Day di Ahmad Yani, setiap Minggu sangat ramai dan menjadi salah satu ruang yang meningkatkan kualitas kebahagiaan masyarakat,” ujarnya.
Edi menegaskan bahwa upaya mewujudkan kota yang ramah lansia membutuhkan dukungan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menyediakan program, fasilitas, dan lingkungan yang mendukung kesejahteraan warga lanjut usia.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan karena kualitas hidup lansia sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang sehat, bersih, teduh, dan nyaman.
“Kita terus berkolaborasi dan bersinergi untuk meningkatkan kualitas infrastruktur yang menunjang warga Kota Pontianak agar semakin nyaman tinggal di sini, semakin sehat, segar, dan bahagia,” tutupnya.
Dalam peringatan Hari Lanjut Usia Indonesia tersebut, Pemerintah Kota Pontianak turut menyalurkan bantuan berupa paket sembako, peralatan rumah tangga seperti kompor gas, selang gas, dandang dan kuali, serta kursi roda bagi lansia yang membutuhkan.











