INIBORNEO.COM, Pontianak – Sebanyak 250 penari tampil dalam ajang Kalbar Menari 2026 yang digelar di Atrium Gaia Mall Kubu Raya, Rabu, (29/4/2026).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat sekaligus melestarikan seni tari Nusantara,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Tari Sedunia ini diikuti oleh 50 tim dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi se-Kalimantan Barat.
Berbeda dari tahun sebelumnya, Kalbar Menari 2026 dikemas dalam bentuk kompetisi. Para peserta menampilkan beragam kreasi tari Nusantara dengan memadukan unsur budaya lokal, termasuk tari Dayak dan Melayu.
Pegiat seni dan penari senior Kalimantan Barat, Ismunandar, mengatakan peringatan Hari Tari Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi seni tari di tengah generasi muda.
“Perayaan ini bukan hanya seremonial, tapi bagaimana kita menjaga agar tari tetap hidup dan berkembang. Melalui Kalbar Menari, kita bisa melihat semangat anak-anak muda yang luar biasa dalam berkarya,” katanya.
Ia menambahkan, penggabungan unsur tari tradisional seperti Dayak dan Melayu menjadi salah satu kekuatan dalam menampilkan identitas budaya Kalimantan Barat.
“Ketika unsur budaya itu dikombinasikan, hasilnya bukan hanya indah, tapi juga menjadi simbol persatuan. Ini yang penting kita tanamkan kepada generasi muda,” tambahnya.
Selain sebagai ajang unjuk kemampuan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai persatuan melalui keberagaman budaya yang ditampilkan dalam setiap gerakan tari.











