SANGGAU – Masyarakat adat di salah satu kampung di Kabupaten Sanggau Kecamatan Noyan Kalimantan Barat menggelar Ritual Adat Manengeh atau yang dikenal juga sebagai Gawai Syukur Panen Padi. Upacara ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh, sekaligus doa agar hasil pertanian di tahun-tahun mendatang tetap melimpah.
Dalam pelaksanaannya, Babei Boreh, sebutan untuk pemangku adat atau orang yang memimpin upacara, tampak duduk bersila di tengah ruangan adat yang telah disiapkan. Ia sedang melakukan prosesi pemanggilan semangat, baik untuk seluruh warga kampung yang mengikuti perayaan Gawai, maupun khusus memanggil semangat padi. Tindakan ini dilakukan bukan hanya untuk mengapresiasi hasil panen tahun ini, melainkan juga sebagai harapan agar hasil pertanian di tahun depan nanti bisa lebih baik dan berlimpah lagi.
Untuk bisa ikut serta dan berpartisipasi dalam rangkaian Gawai tersebut, setiap warga memiliki kewajiban menyiapkan persembahan adat yang telah ditentukan secara turun-temurun. Bahan-bahan yang wajib disiapkan meliputi satu ekor ayam kampung, telur, tuak, serta Mpiga – sebutan lokal untuk makanan khas berbahan beras Pulut yang dibakar dalam bambu atau lebih dikenal masyarakat umum sebagai lemang.
Seluruh rangkaian prosesi ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya serta kearifan lokal dalam menjaga hubungan antara manusia dan alam masih sangat lekat dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat hingga saat ini.
Penulis : Mardinus Dodi











