INIBORNEO.COM, Pontianak — Kuliner khas Kabupaten Kayong Utara, Lontong Sukadana, akan menjadi pusat perhatian dalam gelaran Semarak Pariwisata, UMKM, dan Keuangan (Saprahan) Khatulistiwa dan Kalbar Food Festival 2026 di Pontianak. Sebanyak 12.000 porsi disiapkan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
“Lontong Sukadana adalah salah satu makanan khas yang sudah dikenal masyarakat. Kami ingin mengangkatnya agar tercatat di MURI dan dikenal lebih luas,” kata Founder Kalbar Food Festival, Edy Hartono, Rabu (29/4/2026).
Ia mengatakan pengangkatan Lontong Sukadana bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya memperkenalkan kekayaan budaya pangan Kalimantan Barat ke tingkat nasional. Menurutnya, pencatatan rekor menjadi strategi untuk mendokumentasikan sekaligus mempromosikan kuliner lokal.
“Kami menargetkan 12.000 porsi untuk melampaui capaian sebelumnya,” ujarnya.
Lontong Sukadana juga masuk dalam rangkaian utama pembukaan Saprahan Khatulistiwa 2026 yang digelar pada 4 Mei 2026 di halaman parkir Ayani Mega Mall Pontianak. Dalam rundown kegiatan, penyajian Lontong Sukadana dilakukan bekerja sama dengan Kalbar Food Festival dan akan dirangkaikan dengan penyerahan rekor MURI.
Kegiatan ini menjadi tahun ketujuh penyelenggaraan Kalbar Food Festival dalam upaya mengangkat potensi kuliner daerah sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, Edy menilai sektor kuliner justru masih menunjukkan pertumbuhan.
“Di Pontianak kita lihat banyak kafe dan rumah makan baru bermunculan. Ini menunjukkan ekonomi di tingkat masyarakat masih bergerak,” katanya.
Ia menilai festival ini menjadi salah satu cara mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan lebih dari 21 ribu pengunjung selama pelaksanaan festival pada 2–10 Mei 2026. Dalam dokumen target kegiatan Saprahan Khatulistiwa 2026, jumlah kunjungan ditargetkan mencapai 21.400 orang dengan nilai transaksi penjualan UMKM sebesar Rp2,65 miliar.
“Perputaran uang tahun lalu mencapai sekitar Rp2,7 miliar. Tahun ini ditargetkan Rp2,6 miliar dan diharapkan bisa terlampaui,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kalbar, Sugeng Hariadi.
Ia menyebutkan, meskipun terjadi efisiensi anggaran pemerintah, tren kunjungan wisatawan tetap meningkat. Pada Januari 2026, jumlah kunjungan mencapai sekitar 1,24 juta dan terus bertambah pada Februari.
Kenaikan ini juga didorong wisatawan dari Malaysia dan Brunei yang memanfaatkan nilai tukar ringgit lebih kuat sehingga produk di Kalbar relatif lebih murah.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat sepanjang 2025 tercatat mencapai 5,39 persen (yoy), salah satu yang tertinggi di Kalimantan, sementara inflasi Maret 2026 berada di angka 2,89 persen dan menjadi yang terendah di wilayah Kalimantan.
Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia bersama Kalbar Food Festival ini juga difokuskan pada penguatan UMKM. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Dhony Iwan Kristanto, mengatakan terdapat tiga fokus utama dalam program tersebut, yakni penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, dan akses pembiayaan.
“UMKM tidak hanya didorong dari sisi produksi, tetapi juga akses ke pembiayaan dan pasar, termasuk melalui inkubator bisnis berorientasi ekspor,” katanya.
Program itu melibatkan puluhan UMKM lokal melalui pendampingan intensif, business matching, hingga layanan one stop service mulai dari sertifikasi halal, konsultasi ekspor, hingga akses pembiayaan.
Selain Lontong Sukadana, Saprahan Khatulistiwa 2026 juga menghadirkan berbagai agenda lain seperti peluncuran desain baru tenun ikat Sintang untuk ready to wear, Festival LiberiKhatulistiwa yang mempromosikan kopi liberika Kalbar, lomba fashion wastra, hingga pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata desa.
Namun, di antara seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Lontong Sukadana tetap menjadi ikon utama yang diharapkan mampu menarik perhatian publik sekaligus memperkuat identitas kuliner Kalimantan Barat.











