Lestarikan Bahasa Dayak Bi Somu Lewat Lagu Daerah

  • Share
Willy Jhin Kopidadu penggiat seni Budaya Dayak Bi Somu.

INIBORNEO.COM, Sanggau – Dayak Bi Somu adalah subsuku Dayak Bidayuh istilah Bi Somu berarti Orang Atas/Orang Darat Pedalaman. Subsuku Dayak ini menggunakan bahasa Bumate’k atau Bukote’k, di zaman sekarang ini tentu banyak sekali tantangan yang di hadapi oleh sekelompok Dayak Bi Somu salah satu nya mulai tergerus nya bahasa asal.

Upaya pelestarian budaya salah satu nya bahasa daerah terus dilakukan oleh masyarakat adat Dayak Bi Somu. Salah satu cara unik dan kreatif yang kini digalakkan adalah memperkenalkan serta mempertahankan bahasa Dayak Bi Somu melalui media lagu daerah dan musik tradisional.

Bahasa Dayak Bi Somu merupakan salah satu kekayaan bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat setempat dalam komunikasi sehari-hari maupun acara adat. Namun, seiring perkembangan zaman, penggunaan bahasa ini mulai tergerus oleh bahasa nasional dan bahasa asing, terutama di kalangan generasi muda.

Untuk mengatasi hal tersebut, para seniman dan tokoh masyarakat mulai menciptakan berbagai lagu berbahasa Dayak Bi Somu.

“Melalui lagu, bahasa ini menjadi lebih mudah diingat dan didengar. Anak-anak dan remaja jadi lebih tertarik untuk belajar karena nadanya enak dan liriknya mudah dihapal,” ujar Willy Jhin Kopidadu penggiat seni Budaya Dayak Bi Somu.

Lagu-lagu tersebut kini sering ditampilkan dalam berbagai acara, mulai dari upacara adat, festival budaya, hingga even-even sekolah. “Dan terbukti 2021 gawai Dayak provinsi lagu wajib pakai lagu Dayak Bi Somu dengan judul ANGUA BUNUO” tambahnya.

Selain sebagai sarana hiburan, lagu berbahasa Dayak Bi Somu ini juga menjadi media pembelajaran yang efektif. Banyak guru dan orang tua yang mulai memperkenalkan lagu-lagu ini di rumah maupun di sekolah sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air dan budaya sendiri.

Diharapkan dengan cara ini, bahasa Dayak Bi Somu tidak akan punah, melainkan terus hidup dan berkembang bersama zaman.

Tidak lupa Willy Jhin Kopidadu juga berpesan untuk selalu tetap menjaga lokalitas atau dan hak komunal dalam bahasa Dayak khususnya bahasa Dayak Bisomu,jangan pernah meninggal kan logat,dan gaya bahasa,karena kita menjaga budaya itu dari hal yang terkecil,yaitu memakai bahasa dan logat bahasa Dayak bisomu sehari-hari.

Penulis : Doddy

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *