Jelang HUT RI, Penjual Bendera Keluhkan Daya Beli yang Lesu

  • Share
Rio (31), penjual bendera di Jalan Merdeka Timur, Pontianak, Selasa (04/08/2026).

INIBORNEO.COM, Pontianak – Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, deretan bendera merah putih menghiasi sejumlah ruas jalan di Pontianak. Namun, para penjual mengaku daya beli masyarakat masih lesu, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk tahun ini mungkin agak berkurang daya beli masyarakat. Enggak tahu pengaruh apa, tapi rasanya berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dulu masih lebih ramai orang belanja,” kata Rio (31), penjual bendera di Jalan Merdeka Timur, Pontianak, Selasa (04/08/2026).

Rio sudah lebih dari lima tahun menjual bendera dan pernak-pernik kemerdekaan setiap memasuki bulan Agustus. Aktivitas itu bukan pekerjaan utamanya. Sehari-hari ia bekerja sebagai penjual karpet di Pasar Nusa Indah 2, tetapi setiap musim kemerdekaan ia mengambil cuti untuk membuka lapak bendera.

Di lapaknya, tersedia berbagai perlengkapan perayaan kemerdekaan, mulai dari bendera rumah, umbul-umbul, bendera hias untuk kantor hingga berbagai aksesori lainnya. Barang-barang tersebut dibeli dari pemasok lokal dengan harga jual mulai Rp5 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Meski penjualan belum menggembirakan, Rio mengaku tetap menikmati suasana berjualan setiap Agustus.

“Menariknya lebih ke semangatnya. Orang-orang mulai belanja untuk memeriahkan kemerdekaan. Suasananya beda dibanding hari biasa,” ujarnya.

Tantangan lain datang dari cuaca. Hujan yang turun tiba-tiba kerap membuat barang dagangan basah dan tidak lagi layak dijual dengan harga normal.

“Kalau sudah basah sekali ya sudah. Kadang ada yang beli kita kasih seikhlasnya, bahkan ada juga yang kita kasih gratis karena barangnya sudah kena hujan,” katanya.

Keluhan serupa juga dirasakan Deddy (47), perantau asal Bandung yang setiap tahun datang ke Pontianak untuk menjual bendera Merah Putih. Selama sekitar 11 tahun terakhir, ia selalu kembali ke lokasi yang sama di Jalan Ali Anyang untuk mencari rezeki musiman.

“Setahun sekali saya ke Pontianak jualan bendera. Di Bandung saya juga jualan di pasar, tapi khusus bendera memang musiman. Sekalian ikut meramaikan Hari Kemerdekaan,” ujarnya.

Deddy mengaku seluruh barang dagangannya didatangkan dari Jawa Barat karena dinilai memiliki harga yang lebih terjangkau. Berbagai ukuran bendera dan aksesori kemerdekaan ia jual dengan harga mulai Rp20 ribu hingga Rp300 ribu.

Namun, menurut Deddy, persaingan antarpedagang semakin ketat sementara jumlah pembeli belum meningkat signifikan.

“Yang penting sabar. Sekarang yang jualan sudah banyak, jadi harus bersaing. Minggu ini baru ada dua sampai tiga pembeli per hari, belum terlalu ramai,” katanya.

Deddy mengakui tahun ini dirinya juga terlambat membuka lapak dibanding biasanya sehingga kesempatan mendapatkan pembeli lebih banyak ikut berkurang.

Meski begitu, ia tetap berharap antusiasme masyarakat memasang bendera Merah Putih meningkat menjelang 17 Agustus.

“Harapan saya semoga masyarakat banyak yang beli. Namanya juga jualan bendera, setahun sekali. Harus meriah, harus semangat memeriahkan kemerdekaan,” pungkasnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *