5 Peran Perempuan dalam Menjaga Ketahanan Pangan

  • Share

INIBORNEO.COM, Pontianak – Ketahanan pangan tak hanya ditentukan oleh hasil panen yang melimpah, tetapi juga oleh peran perempuan yang terlibat di setiap tahapnya. Mulai dari menanam padi di sawah, mewariskan pengetahuan bertani, hingga menentukan pola konsumsi keluarga, perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan.

Berikut lima peran perempuan dalam menjaga ketahanan pangan berdasarkan pengalaman petani, pandangan pegiat masyarakat sipil, dan pemerintah.

1. Menjadi tulang punggung pekerjaan di sawah

Bagi Imah Kusmawati, perempuan asal Desa Parit Raja, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, bekerja di ladang berarti menjalani serangkaian pekerjaan fisik yang tidak ringan. Ia terbiasa memanen padi, menjemur gabah di bawah terik matahari, hingga menanam benih.

Menurutnya, proses nandur atau menanam padi menjadi pekerjaan yang paling berat. Aktivitas tersebut biasanya dilakukan berpasangan, satu orang membuat lubang tanam, sementara yang lain memasukkan benih ke dalam tanah.

“Tangan, kaki, dan pakaian akan kotor oleh lumpur,” katanya.

Saat musim tanam tiba, beban kerja perempuan di ladang pun semakin meningkat karena harus terlibat dalam hampir seluruh proses produksi pangan.

2. Mewariskan pengetahuan bertani dari generasi ke generasi

Kemampuan bertani yang dimiliki Imah bukan diperoleh melalui pendidikan formal, melainkan dari orang tuanya. Sejak kecil, ia belajar dengan mengamati dan ikut membantu pekerjaan di sawah.

“Saya melihat orang tua mengerjakan apa. Saya belajar dari situ,” tuturnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan bertani diwariskan melalui praktik sehari-hari. Perempuan tidak hanya menjadi pekerja di sawah, tetapi juga menjaga agar pengetahuan lokal tetap hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

3. Merawat tanah dan tanaman sebagai bagian dari sistem pangan

Direktur Eksekutif Gemawan, Laili Khairnur, menilai peran perempuan dalam pertanian jauh melampaui tenaga kerja. Menurutnya, bertani merupakan praktik caring atau merawat.

“Merawat itu sangat dekat dengan tipenya perempuan,” ujarnya.

Dalam perspektif ekofeminisme, perempuan dinilai memiliki kedekatan dengan aktivitas merawat, menyayangi, dan menjaga. Nilai-nilai tersebut diterapkan dalam pertanian melalui upaya menjaga tanah, tanaman, dan keberlanjutan sumber pangan yang menopang kehidupan sehari-hari.

4. Menentukan pola konsumsi pangan keluarga

Peran perempuan tidak berhenti setelah hasil panen diperoleh. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalimantan Barat, Manto, mengatakan perempuan juga memegang posisi strategis dalam mengendalikan konsumsi pangan di tingkat rumah tangga.

“Kita mulai dari rumah. Pengendali konsumsi di rumah itu kan ibu-ibu. Jarang bapak-bapak peduli soal itu,” ujarnya.

Menurut Manto, perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk pemanfaatan pangan lokal dan pengurangan pemborosan makanan, berawal dari keputusan yang diambil di dalam rumah.

5. Menjadi ujung tombak kampanye pangan lokal

Karena memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi rumah tangga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjadikan perempuan sebagai sasaran utama dalam berbagai kampanye ketahanan pangan.

Organisasi perempuan pun dilibatkan secara aktif untuk mendorong gerakan konsumsi pangan lokal serta mengurangi pemborosan pangan di masyarakat.

“Kami memandang perempuan harus menjadi ujung tombaknya. Karena determinasi tertinggi itu ada di tangan perempuan,” kata Manto.

Peran tersebut menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pelaku di sektor pertanian, tetapi juga agen perubahan yang berkontribusi menjaga keberlanjutan pangan, mulai dari proses produksi di sawah hingga makanan yang tersaji di meja makan keluarga.

Tulisan ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Teras.id dalam serial khusus “Gastronomi Kalbar dalam Politik Pangan dan Konservasi” yang menghadirkan tulisan dengan penulisan lebih mendalam dan berkualitas mengenai berbagai isu serta dinamika terkait gastronomi di Kalbar. Untuk membaca artikel lain dalam seri ini, kunjungi website Teras.id atau klik disini.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *