INIBORNEO.COM, Noyan – Pemotongan bambu oleh Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, menandai dimulainya prosesi pengesahan Rumah Betang Ampek Entangan Bi Somu Luweh Mabasua’k di Kecamatan Noyan, Senin (15/6/2026). Di tengah iringan doa dan kehadiran para tokoh adat, ritual tersebut menjadi simbol kuat keterikatan antara pembangunan fisik dan upaya pelestarian warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak.
Rumah Betang di Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau adalah rumah betang pertama yang ada di kecamatan ini.
Acara dipimpin langsung oleh Bupati Sanggau, disaksikan oleh pejabat daerah, Camat Noyan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat. Terlihat dalam momen peresmian, Bupati Sanggau mengenakan pakaian ciri adat Dayak didampingi tokoh adat dan pejabat.
Rumah Betang ini dibangun dengan mempertahankan simbol-simbol asli, dan tata ruang sesuai kearifan lokal. Selain sebagai pusat kegiatan adat dan pertemuan warga, bangunan ini juga berfungsi sebagai ruang pembelajaran budaya bagi generasi muda.

“Rumah Betang ini bukan sekadar bangunan, melainkan jati diri kita. Di sini anak-anak akan belajar mengenal akar budayanya, sekaligus menjaga persatuan dan nilai-nilai adat budaya yang diwariskan turun-temurun,” ungkap Yohanes dalam sambutannya.
Acara diwarnai dengan pertunjukan seni tradisional, doa bersama, serta peninjauan langsung ke dalam bangunan. Semua pihak berharap keberadaan Rumah Betang ini semakin memperkuat identitas daerah, menjadi daya tarik wisata budaya, serta mendukung kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat Kecamatan Noyan.
Penulis : MARDINUS DODI











