Emehdeyeh Bangun Ruang Alternatif bagi Seniman dan Komunitas Kreatif

  • Share

INIBORNEO.COM, Pontianak – Kolektif seni Emehdeyeh resmi membuka studio keduanya melalui agenda Open Studio Emehdeyeh 2026 pada Minggu (19/07/2026). Berada di Jalan Karya, Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, studio tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi yang dapat mempertemukan seniman dari berbagai disiplin.

“Konsep studio ini sebenarnya ingin memancing lahirnya lebih banyak ruang seni di Pontianak. Kami ingin ruang ini bisa diakses bukan hanya oleh kawan-kawan Emehdeyeh, tetapi juga komunitas lain untuk berkolaborasi, mengadakan pameran, atau program seni lainnya,” kata salah satu seniman Emehdeyeh, Zakaria Pangaribuan, atau yang biasa dipanggil Jaka.

Melalui pembukaan studio ini, Emehdeyeh ingin menghadirkan ruang yang terbuka untuk bertemu, bertukar perspektif, dan merayakan praktik seni dalam suasana yang hangat.

Studio tersebut menjadi ruang kedua yang dimiliki Emehdeyeh setelah sebelumnya memiliki ruang di kawasan Suprapto. Pembukaan studio baru sekaligus menjadi penanda berkembangnya aktivitas kolektif yang selama ini aktif menggelar berbagai kegiatan seni di Kalimantan Barat.

Di dalam studio, pengunjung dapat menikmati karya-karya lukisan dari anggota kolektif Emehdeyeh maupun seniman yang selama ini berkontribusi bersama mereka. Seluruh karya dalam pameran dikuratori oleh Yoris Magenda.

Beberapa seniman yang terlibat dalam pameran di antaranya Zakaria Pangaribuan, Gilbert Jonet, King of Borneo dari Putussibau, serta Pieter Andas Parinatha yang dikenal aktif di bidang sinema. Selain menikmati pameran, pengunjung juga dapat mengunjungi art market yang menjual berbagai karya dan produk kreatif hasil produksi anggota Emehdeyeh.

Menurut Jaka, keberadaan ruang fisik menjadi salah satu penanda keseriusan sebuah kolektif seni. Ia menilai Pontianak masih kekurangan ruang alternatif yang dapat digunakan seniman dan komunitas untuk berkegiatan.

Karena itu, studio tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat berkarya, tetapi juga sebagai ruang temu bagi para pelaku seni. Komunitas yang membutuhkan tempat untuk menggelar pameran, diskusi, pertunjukan musik, maupun kegiatan sastra dapat memanfaatkan ruang tersebut melalui skema kolaborasi, bukan penyewaan.

“Kami tidak ingin konsepnya sewa. Kalau ada komunitas yang ingin membuat kegiatan di sini, tinggal dikomunikasikan. Niat kami membangun ekosistem seni bersama,” ujarnya.

Pameran pembukaan bertajuk “Jejak – Tapak” menampilkan karya empat seniman dan akan berlangsung hingga 19 Agustus 2026. Setelah pameran berakhir, studio tetap akan dibuka sebagai ruang temu dan ruang kolaborasi bagi komunitas seni di Pontianak dan sekitarnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *