INIBORNEO.COM, Pontianak – Sebanyak 1.858 Calon Jemaah Haji (CJH) Kalimantan Barat resmi dilepas menuju Tanah Suci oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan, di Pendopo Gubernur Kalbar, Senin (4/5/2026).
“Saya mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga kekompakan selama menjalankan ibadah. Selain itu, bapak ibu agar menjaga nama baik daerah dan bangsa selama berada di Tanah Suci,” pesan Ria Norsan dalam sambutannya.
Kuota haji Kalbar tahun ini ditetapkan sebanyak 1.858 jemaah yang terdiri dari 1.749 jemaah reguler, 93 jemaah prioritas lansia, 7 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 9 Petugas Haji Daerah.
Kota Pontianak menjadi daerah dengan jumlah jemaah terbanyak, yakni 1.474 jemaah reguler dan 25 lansia. Disusul Singkawang sebanyak 122 jemaah reguler dan 2 lansia, serta Kubu Raya dengan 36 jemaah reguler dan 22 lansia.
Sementara itu, Sintang tercatat memberangkatkan 38 jemaah reguler dan 10 lansia. Daerah lainnya seperti Ketapang, Sambas, Melawi, Bengkayang, Sanggau, Sekadau, Kayong Utara hingga Kapuas Hulu juga masuk dalam daftar pemberangkatan musim haji tahun ini.
Ria Norsan menegaskan, penyelenggaraan ibadah haji bukan hanya urusan administratif, tetapi juga menyangkut pelayanan kemanusiaan dan ibadah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalbar bersama seluruh pemangku kepentingan disebut telah berupaya memastikan proses keberangkatan berjalan aman dan lancar.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD), awalnya terdapat 1.861 calon jemaah yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni BTH-14 hingga BTH-18. Setelah penyesuaian akhir terkait kondisi jemaah, sebanyak 1.858 orang dinyatakan siap diberangkatkan.
Dari total tersebut, hanya 231 jemaah yang akan menginap di Asrama Haji Pontianak, yakni jemaah luar Kota Pontianak yang tergabung dalam Kloter 14 dan Kloter 18.
Kloter BTH-14 menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan dengan komposisi jemaah dari Singkawang, Sambas, Sanggau, Landak, Bengkayang, dan Pontianak. Kloter berikutnya, BTH-15 hingga BTH-17, didominasi jemaah asal Pontianak dan Kubu Raya. Sedangkan Kloter BTH-18 menjadi kloter terakhir yang diisi gabungan jemaah dari Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Ketapang, Kayong Utara, Mempawah, dan Sekadau.
Pemberangkatan jemaah dijadwalkan berlangsung mulai 5 hingga 10 Mei 2026. Jemaah akan diberangkatkan menuju Batam menggunakan pesawat Lion Air sebelum melanjutkan perjalanan ke Jeddah dengan maskapai Saudi Arabia Airlines.
Dalam arahannya, Ria Norsan juga menekankan pentingnya pelayanan maksimal dari petugas haji, terutama bagi jemaah lanjut usia. Menurutnya, peran petugas sangat menentukan kenyamanan dan kelancaran ibadah.
“Petugas haji harus memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, penuh kesabaran, dan keikhlasan. Kehadiran petugas sangat menentukan kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah,” tegasnya.
Tema penyelenggaraan haji tahun ini sendiri mengedepankan layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.
Selain itu, mayoritas jemaah haji Kalbar diketahui memilih skema haji tamattu’, yang mengharuskan pelaksanaan dam sesuai ketentuan syariah. Pelaksanaan dam ini juga dinilai memiliki potensi ekonomi dalam mendorong pemberdayaan peternak lokal apabila dilaksanakan di dalam negeri.
Pemerintah Provinsi Kalbar berharap seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” tutup Ria Norsan.











