Asetku Gandeng HIPMI Pontianak Dorong Literasi Keuangan Digital bagi Mahasiswa

  • Share

INIBORNEO.COM, Pontianak – Perusahaan fintech peer-to-peer lending Asetku menggandeng HIPMI Perguruan Tinggi Pontianak untuk menggelar literasi keuangan digital bagi mahasiswa di Pontianak, Kamis (07/05/2026).

“Mahasiswa saat ini banyak menggunakan fasilitas pinjaman daring karena kemudahannya. Kami ingin mereka melek literasi keuangan digital agar memahami layanan peer-to-peer lending dengan baik dan tidak terjebak pinjaman online ilegal,” kata Diana Marbun, Head of HR & GA Asetku.

Asetku sendiri merupakan perusahaan fintech lending yang telah terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Diana menegaskan perlindungan data pribadi pengguna menjadi salah satu fokus utama perusahaan di tengah meningkatnya ancaman penyalahgunaan data di ruang digital.

Menurutnya, sistem verifikasi dan pengelolaan data di Asetku telah melalui proses penyaringan ketat serta didukung sertifikasi keamanan informasi berbasis ISO.

“Kami memiliki komitmen kuat menjaga data pribadi calon nasabah maupun nasabah yang sudah ada. Data yang diberikan pengguna tidak akan disalahgunakan,” katanya.

Pontianak sendiri menjadi kota pertama di Kalimantan Barat yang disasar Asetku dalam program literasi keuangan tahun ini. Sejak 2024, perusahaan mulai memfokuskan edukasi keuangan ke wilayah luar Pulau Jawa.

Diana menilai Pontianak memiliki potensi pasar yang besar, terutama dengan jumlah mahasiswa yang mencapai sekitar 45 ribu orang.

“Mahasiswa di Pontianak ini jumlahnya besar dan banyak juga yang sudah menjadi pelaku UMKM. Karena itu kami melihat ada peluang untuk edukasi sekaligus pengembangan ekonomi produktif,” katanya.

Berdasarkan data yang dipaparkan Asetku, nilai penggunaan pinjaman daring di Pontianak hingga Agustus 2025 tercatat mencapai sekitar Rp808 juta.

Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Pontianak, Muhammad Iqbal Muthahar, berharap kolaborasi dengan Asetku dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi generasi muda di Pontianak.

“Semoga kolaborasi ini bukan yang pertama dan terakhir. Kami ingin kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan supaya anak-anak muda di Pontianak bisa berkembang dan lebih siap menghadapi tantangan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti maraknya kasus penipuan dan pinjaman online ilegal yang kerap menyasar anak muda. Menurutnya, edukasi literasi keuangan menjadi penting agar mahasiswa lebih memahami risiko penggunaan layanan keuangan digital.

“Jangan sampai anak muda terus tertipu pinjol yang tidak jelas. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap mahasiswa bisa lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan layanan keuangan digital,” pungkasnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *