Perhelatan Saprahan Khatulistiwa Gaungkan UMKM Lokal Kalbar

  • Share
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Agus Chusaini, saat konferensi pers kegiatan Saprahan Khatulistiwa.

INIBORNEO.COM, Pontianak – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menggelar ‘Saprahan Khatulistiwa 2022’. Tahun ke dua ini mengusung tema “Sinergi untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi, UMKM dan Pariwisata Kalimantan Barat 2022”.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi program antara Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah, Dekranasda se- Kalimantan Barat serta pelaku industri sektor keuangan di Kalimantan Barat,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Agus Chusaini.

Kegiatan ini sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional khususnya di sektor UMKM, pariwisata dan keuangan. Mengedepankan produk UMKM lokal melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI), adalah salah satu upaya pemulihan ekonomi lokal Kalimantan Barat.

“Banyak produk-produk lokal Kalimantan Barat yang mempunyai cita rasa dan kualitas yang bersaing, termasuk tujuan wisatanya,” tambah Agus. Dia mengharapkan kedua program ini mampu menjadi roda penggerak perekonomian Kalimantan Barat.

Perkembangan Perekonomian Kalimantan Barat 2022 Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, perekonomian Kalimantan Barat yang selama 2 (dua) tahun terakhir terdampak pandemi Covid-19 terus menunjukkan pemulihan.

Pada triwulan I–2022, perekonomian Kalimantan Barat tercatat tumbuh sebesar 4,05% (yoy) yang didukung dengan program percepatan vaksinasi, penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak serta berbagai program pemulihan ekonomi dari pemerintah maupun berbagai pemangku kebijakan baik di tingkat pusat.

Lebih lanjut, dilihat dari sisi Lapangan Usaha, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada Triwulan I–2022 ditopang oleh pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian (tumbuh 41,23 persen yoy), jasa perusahaan (14,01 persen yoy) serta penyediaan akomodasi dan makan minum (10,70 persen yoy). *

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.