INIBORNEO.COM, Pontianak – Keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah kembali menjadi perhatian kalangan mahasiswa, terutama terkait peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
“Sebetulnya saya warga Desa Sungai Kunyit Laut, jadi dekat dengan Pelabuhan Kijing. Kalau bicara tentang pelabuhan ini, perlu adanya lapangan pekerjaan untuk masyarakat di sana, khususnya bagi mahasiswa,” kata Ketua BEM Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Muhammad Iqbal, Rabu (4/3/2026).
Iqbal menilai hingga saat ini persoalan pengangguran masih menjadi tantangan bagi masyarakat di kawasan sekitar pelabuhan. Karena itu, ia berharap keberadaan proyek strategis nasional tersebut dapat memberikan dampak nyata, terutama dalam membuka kesempatan kerja bagi warga lokal.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemangku kepentingan lainnya.
“Di sini kita memerlukan peran eksekutif, legislatif hingga para stakeholder untuk menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Mempawah, Rico Muhardi. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (Untan) itu menegaskan bahwa mahasiswa tidak menolak pembangunan, namun berharap proyek besar seperti Pelabuhan Kijing juga memberikan dampak ekonomi yang jelas bagi masyarakat sekitar.
“Kami sebagai mahasiswa tidak anti terhadap pembangunan, tapi kita perlu tahu pembangunan tersebut haruslah memiliki inisiatif untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Selain persoalan lapangan pekerjaan, Rico juga menyoroti sejumlah isu lain yang dinilai perlu mendapat perhatian, seperti pengelolaan limbah, potensi polusi udara, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
“Ini menjadi salah satu kajian kami terhadap isu yang beredar bahwasannya perusahaan yang hari ini menjadi salah satu bentuk untuk pertumbuhan ekonomi kepada rakyat harus berpihak kepada rakyat dan juga berimbang,” pungkasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan pemuda penting untuk mengawal proses pembangunan agar tetap seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan kepentingan masyarakat lokal.











