Kondisi Manggala Agni Jadi Perhatian Setelah Hampir Tiga Minggu Tangani Karhutla

  • Share

INIBORNEO.COM, Pontianak — Hampir tiga minggu berada dalam operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kondisi fisik personel Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pontianak menjadi perhatian. Mereka harus menghadapi panas, paparan asap, kelelahan, serta kondisi lapangan selama melakukan pemadaman, pendinginan, dan patroli.

“Teman-teman sudah hampir tiga minggu berada dalam operasi. Setelah pemadaman, pekerjaan belum selalu selesai karena masih ada pendinginan dan patroli untuk memastikan api tidak kembali muncul. Dalam kondisi seperti ini, stamina dan kesehatan anggota harus benar-benar dijaga,” ujar Taufik, Kepala Daops Manggala Agni Pontianak, dalam publikasi tertulis, Selasa (25/08/2026).

Sebanyak 65 personel Manggala Agni Daops Pontianak saat ini diperkuat 15 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi. Mereka bekerja bersama TNI, Polri, BNPB, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur lainnya dalam pengendalian karhutla di Kalimantan Barat.

Operasi yang berlangsung dalam waktu panjang membuat pengaturan kekuatan dan kondisi personel menjadi penting. Sebab, tugas mereka tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Personel masih harus melakukan pendinginan dan patroli untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Untuk memastikan kondisi personel, Tim medis dari Klinik Pratama Manggala Wanabakti Kementerian Kehutanan melakukan pemeriksaan kesehatan di Markas Daops Pontianak, Kecamatan Rasau Jaya. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kondisi pernapasan, serta konsultasi medis.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi personel setelah menjalani operasi lapangan sekaligus memastikan kesiapan mereka untuk melanjutkan tugas. Kementerian Kehutanan juga memberikan multivitamin, nutrisi tambahan, dan oksigen portabel sebagai dukungan kesehatan selama operasi.

Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan, Suharyono, mengatakan dukungan terhadap personel tidak hanya berkaitan dengan peralatan pemadaman dan logistik operasi. Menurut dia, kesehatan, nutrisi, pemulihan kondisi fisik, dan keselamatan petugas.

“Operasi sudah berjalan hampir tiga minggu. Kita harus memastikan personel yang berada di garis depan tetap sehat dan dapat bekerja dengan aman. Mereka menghadapi panas, asap, kelelahan dan kondisi lapangan yang tidak ringan,” katanya.

Kementerian Kehutanan menyebut perhatian terhadap kesehatan personel merupakan tindak lanjut arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni agar penanganan karhutla tetap memperhatikan keselamatan petugas yang bekerja langsung di lapangan.

Dengan operasi yang masih berlangsung, kondisi fisik personel menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan pengendalian karhutla. Sebab, ketika api belum sepenuhnya terkendali, petugas tidak hanya dituntut mampu memadamkan api, tetapi juga memastikan titik yang telah ditangani tidak kembali terbakar.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *