INIBORNEO.COM, Pontianak – Baru sekitar setahun berdiri, Tripon FC sudah mampu menembus papan atas kompetisi minisoccer dengan finis sebagai runner-up Supra Minisoccer League 2026. Klub minisoccer asal Kota Pontianak yang lahir pada 29 Juli 2025 itu mengakhiri kompetisi di posisi kedua dengan koleksi 27 poin dari 11 pertandingan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa meraih posisi juara dua. Ini adalah hasil kerja keras seluruh pemain. Mereka sudah berjuang secara maksimal dari awal hingga akhir kompetisi,” ujar Aldy Gam, Pelatih Kepala Tripon FC, Senin (24/8/2026).
Menurut Aldy, perjalanan Tripon FC pada kompetisi tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting bagi tim yang masih tergolong baru. Performa sembilan kemenangan dari 11 pertandingan menjadi modal bagi tim untuk berkembang menghadapi kompetisi berikutnya.
Selain prestasi secara tim, Tripon FC juga membawa pulang penghargaan individu. Penjaga gawang mereka, Deo, dinobatkan sebagai Best Goalkeeper atau Kiper Terbaik Supra Minisoccer League 2026.
Aldy menilai penghargaan tersebut menjadi gambaran konsistensi Deo sepanjang kompetisi, terutama dalam mengawal pertahanan tim.
“Deo memang tampil luar biasa dan sangat bagus sepanjang kompetisi. Kami tentu sangat bangga dengan penghargaan Kiper Terbaik ini. Semoga ini menjadi motivasi besar bagi Deo dan seluruh pemain lainnya untuk terus berkembang,” katanya.
Tripon FC dibentuk sebagai wadah bagi pencinta sepak bola sekaligus penyaluran bakat pemain di Pontianak. Meski baru berdiri pada 2025, klub tersebut mulai menunjukkan daya saingnya melalui keikutsertaan dalam berbagai kompetisi minisoccer lokal maupun daerah.
Aldy mengatakan capaian sebagai runner-up belum membuat tim puas. Jajaran pelatih dan manajemen akan melakukan evaluasi untuk menemukan sejumlah kekurangan yang masih terlihat sepanjang kompetisi.
“Ke depan kami akan segera melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang masih kurang di dalam tim. Mudah-mudahan di kompetisi selanjutnya kami bisa memberikan hasil yang lebih maksimal dan keluar sebagai juara satu,” tegasnya.
Bagi Tripon FC, posisi kedua menjadi pijakan awal untuk membangun tim yang lebih kompetitif. Setelah hanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun sejak berdiri untuk mencapai posisi runner-up, target berikutnya adalah mengubah capaian tersebut menjadi gelar juara.











