BPBD Temukan Bukti Bensin dan Karung untuk Membakar Lahan

  • Share
Petugas BPBD Kota Pontianak mengamankan botol berisi bensin dan karung daun kering yang diduga digunakan sebagai bahan pembakar di lokasi kebakaran lahan Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II, Selasa (27/1/2026). Barang bukti diserahkan ke kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

INIBORNEO.COM, Pontianak — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak menemukan bensin dan daun kering, sebagai bukti indikasi kesengajaan kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah sepanjang Januari 2026.

“Saat tim tiba di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II, tidak ada orang di lokasi. Namun kami menemukan botol bekas minuman soda berisi bensin serta karung berisi daun pisang kering yang kuat dugaan digunakan sebagai bahan pembakar,” kata Kepala BPBD Kota Pontianak, Nasir, Selasa (27/1/2026).

Nasir menjelaskan, temuan tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di kawasan tersebut. Seluruh barang bukti yang ditemukan telah diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Untuk proses hukum, kami selalu berkoordinasi dengan kepolisian karena diperlukan pembuktian, pengumpulan barang bukti, dan keterangan saksi. Ini mengarah pada pidana,” tambahnya.

Penanganan kasus tersebut kini memasuki tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian. Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah, mengatakan perkara kebakaran lahan di Gang Masjid Paris II telah dilimpahkan ke Polresta Pontianak.

“Polresta sudah memanggil pemilik lahan dan sudah diidentifikasi pemiliknya,” ujar Inayatun, Selasa (27/1).

BPBD mencatat, titik-titik karhutla di Pontianak terpantau menyebar. Kebakaran pertama muncul di kawasan Purnama Dua Dalang dekat Pesantren Tasimbilah, kemudian berpindah ke Perdana Ujung, Paris II atau Kampung KB, Gang Masjid Paris II Ujung, Sepakat II, hingga Jalan Aluvera Ujung.

“Sekarang yang cukup dominan berada di Paris II Dalang. Di Aluvera Ujung kemungkinan api menyebar melalui gambut,” jelas Nasir.

Meski demikian, intensitas karhutla tahun ini dinilai tidak sebesar tahun sebelumnya. Dalam penanganan di lapangan, BPBD menghadapi kendala sumber air, namun diatasi dengan penggunaan tandon air berkapasitas besar. Proses pemadaman melibatkan BPBD, pemadam kebakaran swasta, TNI, dan kepolisian.

Terkait penyebab kebakaran, Nasir menyebut sebagian besar titik api masih dalam tahap pendalaman. “Kami belum selalu mendapatkan saksi atau tertangkap tangan, tapi dari tanda-tanda yang ada terdapat dugaan kesengajaan,” katanya.

BPBD mengimbau masyarakat di wilayah Bansir Darat, Bangka Belitung Darat, Aksaya, Barat Pekaya, serta Kecamatan Pontianak Utara untuk segera melaporkan potensi kebakaran sekecil apa pun.

“Walaupun api atau asap masih jauh dari permukiman, segera laporkan agar bisa cepat ditangani. Jika memungkinkan, dokumentasi foto atau video akan sangat membantu,” tutup Nasir.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *