Atlet Disabilitas Kurang,  Kalbar Tetap Bidik 6 Besar Paragames 2026

  • Share
Dante Riqmalia, Ketua Komisi Nasional Disabilitas RI saat menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang lomba paralympic di GOR Paralympic NPCI Kalbar
Dante Riqmalia, Ketua Komisi Nasional Disabilitas RI saat menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang lomba paralympic di GOR Paralympic NPCI Kalbar

INIBORNEO.COM, Pontianak — Kalimantan Barat masih mengalami kekurangan atlet disabilitas, namun NPCI tetap menargetkan posisi 6 besar di Paragames Nasional 2026.

“Kondisi ini berkaitan langsung dengan rendahnya edukasi dan dukungan keluarga terhadap anak penyandang disabilitas, sehingga banyak potensi atlet tidak muncul ke permukaan,” ungkap Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalbar, Mustaat Saman, Minggu (7/12).

Mustaat membuka peringatan Hari Disabilitas Internasional yang dirangkaikan dengan peresmian GOR Paralympic NPCI Kalbar.

Dia menambahkan, masih ada keluarga yang menutupi anaknya dan tidak memberikan kesempatan keluar rumah.  “Ini menjadi hambatan awal dalam mencari calon atlet,” ujarnya.

Mustaat menegaskan bahwa proses pembinaan sering kali dimulai dari titik nol karena calon atlet tidak teridentifikasi sejak dini akibat minimnya akses sosial.

Untuk mengatasi kekurangan atlet, NPCI Kalbar setiap tahun melakukan sosialisasi ke 14 kabupaten/kota guna menemukan bibit baru.

Sosialisasi ini sekaligus mengedukasi keluarga mengenai pentingnya olahraga sebagai sarana pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Upaya ini penting dilakukan agar keluarga memahami potensi olahraga sebagai jalan pemberdayaan dan kemandirian bagi penyandang disabilitas,” katanya.

Saat ini, lima rumah singgah atlet di Pontianak menampung lebih dari 60 atlet disabilitas dari berbagai daerah.

Bidik 6 Besar

Kalbar terus mengembangkan cabang olahraga unggulan seperti para renang, para angkat berat, para tenis meja, para bulutangkis, para atletik, para panahan, dan para catur.

Enam atlet Kalbar juga dijadwalkan tampil di ASEAN Para Games di Thailand awal tahun 2026.

Pada kesempatan yang sama, GOR Paralympic NPCI Kalbar resmi dibuka sebagai pusat pelatihan atlet disabilitas. Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama para tamu undangan.

Ketua Komisi Nasional Disabilitas RI, Dante Riqmalia, mengapresiasi konsistensi NPCI Kalbar dalam pembinaan atlet.

Ia menyebut keberhasilan Indonesia masuk 10 besar Paralympic 2024 merupakan bukti kuat bahwa investasi daerah dalam pembinaan disabilitas membawa dampak nyata.

“Komitmen dan konsistensi anggaran menjadi kunci,” tegasnya. Peran sekolah juga turut memperkuat ekosistem pembinaan.

Kepala SLB B Darma Asih, Lenny Nuryati Jannah, mengatakan pihaknya melakukan pembinaan sejak SMP melalui kegiatan rutin dan ekstrakurikuler.

“Strateginya kemenangan, dan itu kami ajarkan setiap hari. Tantangannya adalah komunikasi dan interaksi dengan anak-anak,” ujarnya.

SLB Darma Asih mencatat prestasi di berbagai kategori seperti pantomim, menari, pidato bahasa isyarat, dan lomba boccia untuk siswa down syndrome.

Guru SLB Darma Asih, Yesi, menjelaskan bahwa boccia adalah olahraga lempar bola yang mirip bowling. Ia mengakui, sedikit  kesulitan tinggi dalam proses pembinaan anak-anak penyandang downsyndrom ini.

“Di awal sangat sulit mengajarkan mereka. Sampai sekarang pun kadang masih sulit, karena anak-anak ini tidak bisa ditebak dan sangat dipengaruhi mood,” katanya.

Peresmian GOR Paralympic

Dengan diresmikannya GOR Paralympic NPCI Kalbar dan semakin terbukanya ruang bagi atlet disabilitas di tingkat sekolah, NPCI Kalbar berharap pembinaan dapat berjalan lebih sistematis dan inklusif ke depan.

Mustaat menegaskan bahwa kolaborasi keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar potensi atlet disabilitas di Kalbar dapat berkembang maksimal.

Mustaat optimis dengan dukungan yang lebih solid, Kalbar dapat bersaing lebih kuat di tingkat nasional dan internasional.

“Tahun sebelumnya Paragames di Solo Kalbar masuk 11 besar nasional. Tahun depan kami targetkan masuk 6 atau 7 besar. Saya berharap mereka bisa lebih cepat dan kembali mengharumkan nama Kalbar,” harapnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *