INIBORNEO.COM, Kubu Raya – Kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya memburuk, dan menunjukkan konsentrasi partikulat halus (PM2,5) meningkat signifikan, membuat udara pagi hari berisiko bagi kesehatan masyarakat.
“Tim Siaga Karhutla bekerja siang dan malam tanpa henti. Saat ini personil masih melakukan pemadaman serta pendinginan di sejumlah titik api yang tersebar di Kecamatan Sungai Raya, Kuala Mandor B, Rasau Jaya, hingga Sungai Kakap,” kata Aiptu Ade, selaku Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, pada Kamis, (22/1/26).
Meski masih berada di periode musim hujan, kondisi udara justru tercemar akibat asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah. Langit tampak berkabut tipis, dan jarak pandang di beberapa titik dilaporkan menurun.

Ia menambahkan, kondisi udara yang tercemar berpotensi berdampak pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan.
“Tim Siaga Karhutla bekerja untuk memastikan api tidak merembet ke pemukiman warga. Namun, upaya ini akan sia-sia jika kesadaran masyarakat masih rendah,” tambahnya.
Selain itu, titik api juga terpantau di Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu, Batu Ampar, dan Teluk Pakedai. Kondisi geografis dan cuaca yang tidak menentu membuat asap mudah terperangkap di atmosfer dan memperburuk kualitas udara.
Ade mengingatkan bahwa paparan udara tercemar dalam waktu lama dapat berdampak serius bagi kesehatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan pelindung pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia,” jelasnya.
BMKG dan pihak terkait mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruang, menggunakan masker bila diperlukan, serta memantau perkembangan kualitas udara demi mengurangi risiko gangguan kesehatan.











