INIBORNEO.COM, Kubu Raya – Aktivitas tambak di Desa Dabong, Kabupaten Kubu Raya, kembali bergerak setelah panen perdana udang vaname digelar pada Rabu (14/1/2026).
“Panen perdana ini menjadi titik awal diaktifkannya kembali tambak di Desa Dabong setelah sebelumnya tidak produktif. Kami berharap produksi dapat terus meningkat pada siklus berikutnya,” kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Riza Iqbal.
Panen dilakukan di area tambak seluas sekitar 9,5 hektare yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Dabong. Pada tahap awal, sekitar 500 kilogram udang vaname berhasil dipanen dan masih berpotensi bertambah pada panen lanjutan.
Model budidaya yang diterapkan mengintegrasikan tambak dengan ekosistem mangrove melalui pendekatan silvofishery. Pola ini memungkinkan aktivitas perikanan berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir.
Dari pihak pendamping, Head of Product CarbonEthics, Linda Hartono, menilai tambak Dabong dapat menjadi contoh pengelolaan tambak yang memperhatikan aspek lingkungan.
“Hasil ini menunjukkan bahwa budidaya udang dapat berjalan seiring dengan perlindungan mangrove,” katanya.
Salah satu pengelola tambak, A. Rahim, mengatakan pendampingan teknis membantu meningkatkan pemahaman petambak dalam mengelola kualitas air, pakan, dan kesehatan udang.
“Sekarang kami lebih paham cara mengelola tambak. Meski masih banyak yang harus diperbaiki, ini jadi modal penting untuk siklus berikutnya,” ujarnya.
Panen perdana ini menandai dimulainya kembali aktivitas tambak di Desa Dabong, dengan harapan produksi berkelanjutan dapat meningkatkan pendapatan warga sekaligus menjaga ekosistem pesisir.











