INIBORNEO.COM, Ketapang – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, mengalami muntah dan diare usai mengonsumsi makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (5/2/2026).
“Data sementara hingga pukul 17.00 WIB tercatat 206 orang dari tiga sekolah terdampak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Feria Kowira.
Korban berasal dari SMP Negeri 1 Marau, SMA Negeri 1 Marau, dan SMK Negeri 1 Marau. Keluhan dirasakan tidak lama setelah makanan dibagikan pada pagi hari, sehingga sebagian besar siswa langsung dilarikan ke sejumlah puskesmas di wilayah Marau.
Gejala yang dialami meliputi mual, muntah, pusing, sakit perut hingga diare dan secara umum mengarah pada dehidrasi. Dinas Kesehatan Ketapang mengerahkan lima tim medis gabungan dari Dinkes serta Puskesmas Marau, Jelai Hulu, dan Suka Mulia untuk penanganan.
Laporan awal diterima sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas kesehatan kemudian mendatangi sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan.
Untuk memastikan penyebab kejadian, petugas mengambil sampel muntahan korban dan makanan MBG. Sampel muntahan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, sementara sampel makanan dikirim ke Balai POM Kalbar di Pontianak.
Distribusi MBG di sekolah terdampak kini dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium.
Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut makanan didistribusikan sehari sebelumnya, namun dampaknya baru diketahui keesokan hari karena banyak siswa tidak masuk sekolah akibat mual dan muntah.











