INIBORNEO.COM, Pontianak – Video aksi demonstrasi umat Islam di Surabaya membawa bendera Israel beredar di media sosial sejak awal Januari 2026 ternyata buatan Artificial Intelligence (AI). Dalam video pendek berdurasi 17 detik itu, seorang peserta aksi sambil berjalan mengatakan:
“Kita bawa bendera Israel sebagai tanda kita ingin damai, bukan benci. Allahu Akbar! Islam agama damai! Semoga dunia dengar pesan kita.”
Tim Cek Fakta Tempo melakukan analisis menggunakan pencarian gambar terbalik Google serta alat deteksi AI. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI). Hive Moderation memperkirakan kemungkinan elemen AI sebesar 99 persen, sementara Zhuque AI Detection mendeteksi sekitar 47,38 persen.
Salah satu akun TikTok @rutdangi2, yang turut membagikan konten pada 9 Januari 2026 diketahui pro-Israel karena sebelumnya beberapa kali membagikan video yang mempromosikan pesan damai dari perspektif Israel.
Tempo juga menemukan sejumlah kejanggalan visual pada video, salah satunya pada detik 0:03–0:07, orang-orang di atas truk terlihat mematung dan tidak bergerak sama sekali. Lalu spanduk di depan truk tertulis “Islam Agama Dama”, tanpa huruf “i” yang seharusnya membentuk kata “damai”. Dan ucapan pria di depan kamera tidak sinkron dengan gerak bibirnya.

Anomali semacam ini menjadi ciri khas konten yang dihasilkan oleh teknologi AI.
Secara historis, aksi solidaritas untuk Palestina di Surabaya memang berlangsung beberapa kali pada 2025. Aksi pertama terjadi pada 2 Februari 2025, menurut Suara Surabaya, dengan long march yang berakhir di Gedung Grahadi. Aksi berikutnya berlangsung pada 28 Maret 2025 dan 19 April 2025, juga di Gedung Grahadi, menurut Antara.
Dalam seluruh aksi tersebut tidak ada warga yang membawa bendera Israel dan tidak ada aksi untuk membela Israel di Surabaya hingga saat ini.
Berdasarkan hasil verifikasi Tempo, klaim bahwa ada demonstrasi umat Islam di Surabaya yang membawa bendera Israel adalah hoaks dan video yang beredar merupakan konten hasil AI.
Disadur dari berita Tim Cek Fakta Tempo.











