HAKTP 2024: Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan

  • Share
HAKTP 2024: Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan.

INIBORNEO.COM, Pontianak – Dalam semangat memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia (HAKTP) 2024, Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) bersama SATGAS PPKS (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) di Universitas Tanjungpura sukses menyelenggarakan One Day Campaign HAKTP di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura (UNTAN), Pontianak.

Mengusung tema “Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan”, acara ini berhasil menarik masyarakat dalam meramaikan acara ini dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, akademisi, komunitas lokal, teman-teman difabel dari WBDC (West Borneo Deaf Community) disertai dengan ketersediaan juru bahasa isyarat hingga masyarakat umum. 

Dalam pidato pembukaannya, ketua panitia penyelenggara event HAKTP 2024 menyampaikan bahwa kekerasan berbasis gender adalah isu serius yang membutuhkan perhatian semua pihak. “Kampanye ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk menciptakan ruang aman bagi korban sekaligus mendorong masyarakat untuk perduli dengan isu kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tuturnya.

Kampanye ini dirancang sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan berbasis gender sekaligus mendorong langkah nyata dalam memperjuangkan hak perempuan. Agenda utama acara ini adalah seminar nasional hari anti kekerasan terhadap perempuan yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, termasuk akademisi UNTAN yang sekaligus merupakan Ketua satgas PPKS, Emilya Kalsum, Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak, Dewi Aripurnamawati, serta penyintas kekerasan seksual Adinda Annisa Ratu Syafa dengan perspektif perjalanan mencari keadilan.

Diskusi yang berlangsung menggali lebih dalam tantangan dalam implementasi kebijakan perlindungan korban kekerasan gender di Indonesia dan pentingnya peran kolektif untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya. 

Tidak hanya seminar, acara ini juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan partisipasi aktif dari peserta. Pameran kampanye HAKTP di ruang berkreasi dengan komunitas lokal seperti PBH Peran, Suluh Perempuan, Universitas Muhammadiyah Pontianak Jurusan Kesehatan Masyarakat, SEANGLE Pontianak, Kitabisacerita.id dan Imagi Rupa menampilkan karya-karya yang menggambarkan perjuangan perempuan melawan kekerasan.

Tidak hanya itu, pada ruang berkreasi juga menyediakan ruang aman yang berisi konsultasi hukum secara gratis, konseling mental secara gratis serta tim kesehatan dari KSR Unit PMI Universitas Tanjungpura yang siap siaga jika ada peserta yang merasa ke trigger. Dengan adanya fasilitas ini, kampanye ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menawarkan langkah konkret untuk mendukung penyintas dan mendorong pencegahan kekerasan di masa mendatang.

Ada juga mini event seperti seminar dampak perubahan iklim terhadap keadilan gender yang diselenggarakan oleh YSDK, serta bedah film bertema gender dan diskusi oleh rekan-rekan pegiat disabilitas menjadi bagian dari agenda untuk memperluas perspektif publik mengenai pentingnya inklusivitas dalam membangun masyarakat yang adil. Acara ini juga menyediakan ruang edukasi interaktif melalui lomba mewarnai anak-anak, yang bertujuan mengenalkan konsep kesetaraan gender sejak dini. 

Kampanye ini turut diramaikan dengan adanya ruang berkreasi dengan konsep ramah lingkungan dan ada dukungan dari berbagai UMKM lokal dan merek ternama. Kehadiran UMKM dan brand ini tidak hanya memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi peserta, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi antara kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi. 

Melalui tema “Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan”, acara ini menegaskan bahwa perjuangan melawan kekerasan berbasis gender adalah tanggung jawab kolektif. Tidak hanya sekadar memperingati satu hari dalam setahun, kampanye ini diharapkan menjadi pemantik gerakan advokasi yang lebih besar di masa depan, dengan melakukan aksi kolektif untuk gerakan perubahan sosial yang inklusif, adil, setara dan berkelanjutan bagi semua kaum perempuan dan anak di masa mendatang.

Dengan berbagai kegiatan edukatif, kreatif, dan interaktif yang telah dilakukan, One Day Campaign ini berhasil membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menjadi solusi untuk menciptakan masyarakat yang lebih setara, adil, dan bebas dari kekerasan berbasis gender.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *