INIBORNEO.COM, Ketapang – Dugaan penyebab keracunan massal Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau ada pada salah satu menu, yakni perkedel tahu.
“Dari keterangan siswa, perkedel tahu yang diberikan rasanya sudah asam,” kata Agus, ketua BGN (Badan Gizi Nasional) Kalimantan Barat pada, (6/2/2026).
Peristiwa terjadi Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB setelah pihak sekolah melaporkan sejumlah siswa mengalami sakit perut, muntah dan lemas. Total 87 siswa dari tiga sekolah, yakni SMA Negeri 1 Marau, SMK Negeri 1 Marau dan SMP Negeri 1 Marau, terdampak dan dibawa ke Puskesmas Marau.
Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memastikan seluruh korban merupakan penerima manfaat MBG dari dapur layanan di wilayah tersebut. Sebagian besar korban sempat dirawat sebelum akhirnya berangsur membaik.
Berdasarkan penelusuran awal, gejala sebenarnya sudah dirasakan sejak sore hari sebelumnya namun dianggap hanya mual biasa. Dugaan sementara makanan berasal dari menu MBG yang didistribusikan Rabu (4/2/2026).
“Menu saat itu terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi putih dan wortel, serta puding. Perkedel tahu diketahui dibuat pada malam hari dan diolah kembali dini hari sebelum didistribusikan pagi harinya,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, pihak SPPG menghentikan konsumsi makanan yang telah terdistribusi, menanggung biaya pengobatan korban, serta mengirimkan sampel makanan ke laboratorium untuk pemeriksaan lanjutan.
Hingga kini, penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium dari pihak berwenang.











