INIBORNEO.COM, Pontianak – Pontianak Heritage Movement kembali menggelar kegiatan Jelajah Kota Jaga Sejarah (JKJS) pada Sabtu sore (03/01/2026).
“Sabtu, 3 Januari 2026, menjadi pelaksanaan pertama Jelajah Kota Jaga Sejarah di tahun ini. Kegiatan dimulai dengan menyusuri Sungai Kapuas untuk mengenalkan potensi sejarah serta ikon-ikon Kota Pontianak,” ujar Penulis buku Pontianak Heritage sekaligus penutur JKJS, Ahmad Sofian.
Ia menjelaskan, fokus kegiatan kali ini adalah menjadikan Sungai Kapuas sebagai ruang edukasi sejarah, mengingat perannya sebagai urat nadi kehidupan masyarakat di masa lalu.
Pada pelaksanaan kali ini, JKJS menggandeng mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata Poltesa Sambas. Kegiatan diawali dengan susur Sungai Kapuas sebagai media pengenalan sejarah dan ruang hidup masyarakat Pontianak di masa lalu.
Puluhan mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan sambil menyimak penjelasan mengenai sejarah kampung-kampung tua di sepanjang tepian Sungai Kapuas.
“Tepian Sungai Kapuas kami manfaatkan untuk menjelaskan potensi sejarah, keberadaan kampung-kampung tua, hingga bangunan-bangunan bersejarah yang tumbuh dan berkembang di sepanjang sungai,” kata Sofian.
Dalam penuturannya saat menaiki kapal Galaherang menyusuri Sungai Kapuas, Sofian juga menunjuk salah satu bangunan bersejarah, yakni sebuah masjid bercat hijau yang pada masa lalu berfungsi sebagai patokan titik nol kilometer antara tiga kota di sekitar Pontianak.
Ia menambahkan, setiap kampung tua di tepian Sungai Kapuas memiliki latar sejarah yang berbeda-beda.
“Di sepanjang Sungai Kapuas terdapat kampung-kampung tua seperti Kampung Melayu, Kampung Bangke, Kampung Blitung, Kampung Saigon, Banjar Serasan, hingga Kampung Beting, yang masing-masing menyimpan sejarahnya sendiri,” jelasnya.
Melalui konsep jelajah edukatif, Sofian berharap JKJS dapat menjadi sarana pembelajaran sejarah Kota Pontianak dengan menghadirkan pengalaman langsung melihat objek-objek bersejarah.
“Jelajah Kota Jaga Sejarah merupakan bagian dari Pontianak Heritage Movement, sebuah gerakan untuk mengenalkan potensi sejarah, wisata, dan ikon kota. Harapannya, masyarakat, terutama mahasiswa, dapat lebih memahami sejarah Pontianak,” pungkasnya.











