Menu
Ini Borneo
banner 728x250

Warga Kibarkan Bendera di Atas Parit Untuk Ajak Peduli Habitatnya

  • Bagikan
banner 468x60

INIBORNEO, Pontianak – Tanggal 17 Agustus 201 kemarin, sejak pukul 06.00 WIB warga Paret Nanas, tepatnya di Gang Bentasan 1, Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat melakukan pengibaran bendera merah putih di atas parit.

“Upacara ini diikuti murid SD, SMP, SMK dan warga setempat. Ini sudah ketiga kalinya,” kata Syamhudi, ketua Kreasi Sungai Putat, panitia penyelenggara. Semarak Kemerdekaan 74 tahun Republik Indonesia ini mengusung tema Merdeka Negeriku, Merdeka Paretku ini  dalam rangka memperingati HUT RI ke-74, Pemerintah Kecamatan Pontianak Utara bersama berbagai komunitas lingkungan hidup menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di atas Paret Nanas.

banner 336x280

Serangkaian dengan peringatan ulang tahun kemerdekaan Indonesia, warga juga menggelar #FestivalParetNanas untuk ketiga kalinya. Upacara ini selain bertujuan demi meningkatkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat, juga bermaksud mengingatkan betapa pentingnya paret, bukan hanya sekadar sebagai tempat aliran air, tetapi juga memiliki nilai-nilai lebih lainnya.

“Pengibaran bedera merah putih di atas Paret Nanas menjadi bagian terpenting untuk mengajak segenap masyarakat untuk perduli terhadap paret dan habitatnya,” katanya. Panitia juga mendorong Pemerintah Kota Pontianak untuk segera mengambil lagkah nyata dalam menyikapi lahan gambut dan paret tersisa dua komunitas biosphere ini sangat urgent untuk  keberadaan air dengan kuatitas dan kwalitas yang baik untuk memenuhi hajat masyrakat kota dan mempertahankan fungsi gambut sebagai bank air terbaik.

Pihaknya, berupaya fokus dalam mengawal isu perlindungan parit agar dipulihkan oleh Pemerintah Kota Pontianak.  “Upacara di Paret  Nanas ini agak sedikit bermasalah karena kemarin terbentur musim kemarau karena ketersediaan air kurang . Ini bukan salah siapa siapa karena musim kemarau yang cukup panjang di hulu juga tidak ada hujan sehingga air di Paret Nanas ini juga berkurang,” kata  Camat Pontianak Utara, Aulia Candra.

Aulia menjelaskan, jauh –jauh hari ia sudah mengantisipasi dengan melakukan penyemprotan lumpur. Tujuannya agar  memperdalam aliran sungai di muara itu sehingga bisa dilaksanakan dengan baik. “Untuk Festival Paret Nanas tahun 2019 ini dan kita memang ada beberapa kegitan lainnya yang mana didukung besar oleh masyarakat.  Untuk pelaksanaan ini pembersihan penyemprotan lokasi . Kemudian kegiatan  ini sangat besar didukung oleh masyarakat , dan tanpa dukungan masyarakat tidak dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Lurah Siantan Hulu, Tirta Arifin, mengaku sangat antusias melihat animo masyarakat  pada kegiatan itu lebih ramai dari tahun tahun sebelumnya. “Tahun ini teman-teman dari Kepolisian ada ikut hadir dalam upacara.  Kapolsek Pontianak Utara menurunkan satu kompi. Kita juga mengundang tokoh masyarakat dari RT, RW, Posyandu, PKK juga ikut hadir,” tambahnya.

Untuk momen tahun ini Festival Paret Nanas ketiga ini yang spesial menurutnya adalah rangkaikan dengan kegiatan festival tahun  ini ada lomba , lomba fotografi, lomba Vlog, lomba mural, mudah mudahan dengan adanya lomba-lomba ini.

“Teman – teman yang mungkin yang dari luar Pontianak Utara atau Siantan Hulu, bisa tahu oh ternyata ada potensi wisata ini nanti juga dapat kita ajak mempromosikan potensi yang ada di Paret Nanas, Siantan Hulu,” ujarnya.

Ia bilang,  menyoal kondisi alam, walaupun sedang berkabut asap  masyarakat dan anak anak sekolah masih antusias. “Untuk kabut asap dan kebakaran lahan di Siantan Hulu memang relatif kurang, bau asap tidak terlalu tercium  karena di sekitar masih banyak tanaman – tanaman hijau banyak pohon udaranya segar dan untuk paretnya ini sedangn  memasuki musim kemarau untuk debit airnya di Paret Nanas memang cukup kecil . Itupun itu sudah coba kita siasati  kesekitar  lokasi upacara, kita coba gali lumpur lumpurnya, supaya endapan lumpur bisa ketepi dan untuk upacara masih bisa memungkinkan genangan airnya,” ujar Tirta.

Ketua Gerakan Senyum Kapuas, Abdurrahman Randy, yang juga selaku panitia penyelenggara kegiatan itu menyebut,  membuat kesadaran dari masyarakat bahwa pentingnya paret karena masyarakat Kota Pontianak itu berawal dari tepian sungai.  “Juga mengembalikkan kebiasan masyarakat Kota Pontianak ini sebagai warga tepian sungai.  Dulu kita di tepi sungai sekarang mulai tergerus untuk lebih banyak ke daratan. Paret itu adalah sumber kehidupan, manusia,”. (*)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *