Tiga dari 700 Orang Dengan Gangguan Jiwa Dipasung di Ketapang

0 50

INIBORNEO.COM, Ketapang – Sebanyak 700 warga Ketapang mengalami gangguan jiwa, yang memerlukan penanganan secara medis. Tiga diantaranya masih dipasung keluarganya.

“Sebaran orang gengguan jiwa merata di tiap kecamatan, 3 kecamatan dengan angka yang cukup besar yakni Delta Pawan, Benua Kayong dan Kendawangan,” kata Utin Sumaryani, Koordinator lapangan Tim ACT Keswa Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, kepada SOROT 10. 3/3/2020, di ruang kerjanya.

Besarnya angka penderita ini, belum diikuti dengan fasilitas yang ada. Hingga saat ini, belum ada rumah singgah untuk penderita gangguan jiwa, yang sangat diperlukan baik sebagai transit untuk membawa pasien ke rumah sakit rujukan, maupun melakukan pembinaan setelah pasien tersebut, keluar dari perawatan di RS Jiwa.

“Karena ada juga keluarga yang belum mau menerima anggotanya yang selesai menjalani perawatan. Nah mereka ini apabila tidak diberdayakan kemukiman kambuhnya lebih besar,” kata Utin.

Saat ini, untuk pengobatan penderita gangguan jiwa dirujuk ke RSJ Pontianak atau RSJ Singkawang. Sepanjang keluarga atau pasien tersebut memiliki kartu BPJS pengobatan di tanggung BPJS sedangkan biaya untuk membawa pasien ke Pontianak atau Singkawang di jamin Pemda Ketapang, sebesar Rp. 5 juta/ pasien.

Untuk rumah singgah ada rencana menjadikan Puskesmas Sungai Awan sebagai rumah singgah. Tapi karena fasilitasnya belum memenuhi syarat, belum dapat digunakan.

Saat ini, Dinas Kesehatan sudah melatih sebanyak 60 perawat untuk menangani pasien dengan gangguan jiwa.

Utin mengingatkan gangguan jiwa bisa dialami siapapun, tak memandang status ekonomi maupun pendidikan. Jadi jika ada yang menunjukkan gejala gangguan jiwa segera mendapatkan perawatan untuk kesembuhan. (YASMIN UMAR)

Comments
Loading...