Tekanan Harga di Kalbar Menurun, Didorong Koreksi Harga Kelompok Bahan Makanan

0 69

INIBORNEO, Pontianak – Tekanan harga di Kalbar pada November 2019 menurun. Pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalbar pada November 2019 mencatatkan deflasi sebesar 0,13% (mtm), lebih rendah dan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0.04% (mm).

“Deflasi tersebut utamanya disumbangkan oleh deflasi pada kelompok volatile foods (VF) sebesar 0,16% . Namun demikian secara tahunan, perkembangan IHK November 2019 mencatatkan inflasi sebesar 3,20% (yoy), turun dari iflasi bulan Oktober 2019 sebesar 3,50% (yoy),” papar R Yusuf Rigin, kepala tim dari Bank Indonesia perwakilan Kalbar.

Kelompok VF mencatatkan deflasi seiring dengan penurunan harga beberapa komoditas bahan makanan. Kelompok VF pada November 2019 mencatat deflasi 0,73% (mtm), jauh lebih dalam dibandingkan dengan deflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,02% (mtm).

DeflaSI VF terutama didorong oleh penurunan harga komoditas seperti cabai rawit, ikan tongkol, kacang panjang, ikan kembung, serta ketimun. Deflasi lebih dalam pada kelompok VF tertahan oleh komoditas jeruk, daging ayam ras, bawang merah, bayam serta jagung manis yang masih mengalami kenaikan harga.

Secara tahunan, inflasi kelompok VF tercatat 3,89% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan Oktober 2019 sebesar 4,52% (yoy).

Kelompok administered prices (AP) juga mencatatkan deflasi, meskipun tidak sedalam kelompok VF. Kelompok AP pada November 2019 mencatat deflasi sebesar 0,41% (mtm), lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0.27% (mm).

Deflasi kelompok AP masih disebabkan oleh koreksi tarif angkutan udara dan rendahnya permintaan akibat low season. Secara tahunan, perkembangan inflasi kelompok AP tercatat 2,41 % (yoy) pada November 2019 atau lebih rendah dibandingkan dengan bulan Oktober 2019 sebesar 3,47% (yoy).

Sementara itu, inflasi kelompok inti (core inflation) dapat terjaga relatif stabil dibandingkan dengan bulan lalu. Inflasi inti pada November 2019 tercatat sebesar 0,18% (mtm), sama seperti Oktober 2019. Secara tahunan, inflasi inti pada November 2019 tercatat 3.29% (yoy), menurun tipis dibandingkan dengan Oktober 2019 sebesar 3.30% (yoy). Inflasi pada kelompok inti masih dipengaruhi oleh kenaikan harga sotong, sebagaimana bulan lalu.

Menjelang akhir tahun, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat tetap konsisten dalam mendorong upaya-upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Daerah, guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil. Inflasi Kalbar 2019 diprakirakan akan berada di bawah titik tengah rentang sasarannya 3,5+_ 1 % dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0 +_ 1% pada tahun 2020.

Comments
Loading...