Menu
Ini Borneo
banner 728x250

Si Doel The Movie, Kisah Lama Belum Kelar Yang Bikin Baper

  • Bagikan
Surya Rachman, Cornelia Agatha dan Rano Karno, saat nonton bareng Si Doel The Movie, di Pontianak.
banner 468x60

INIBORNEO, Pontianak – Film Si Doel The Movie yang diluncurkan pada 2 Agustus 2018 lalu ternyata menjawab kerinduan banyak penggemarnya. Di Pontianak, Rano Karno dan Cornelia Agatha hadir untuk nonton bareng bersama Komunitas Pecinta Si Doel Pontianak.

“Saya seperti mimpi bisa bertemu dengan pemeran si Doel,” tukas Hesty, salah satu penggemar yang mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan Rano Karno dan Cornelia Agatha di Hotel Mercure Pontianak, 14 Agustus 2018. Hesty bahkan tak kuasa menahan emosi. Dengan sedu sedan, Dia mendoakan agar film ini menembus angka tiga juta penonton. “Kalau syuting di Pontianak, saya bersedia jadi istri si Doel,” ujarnya, sontak membuat ruangan riuh gelak tawa.

banner 336x280

Surya Rachman, Branch Manager Telkomsel Pontianak, mengatakan, komunitas pecinta Si Doel memang telah di riset sebelumnya, untuk dihadirkan dalam Meet and Greet dengan pemeran si Doel the Movie. “Selain mendekatkan pelanggan setia Telkomsel dengan idolanya, ini sebagai bentuk dukungan Telkomsel pada industry film Indonesia,” katanya.

Nonton bareng dengan pemain film Si Doel The Movie ini pun sangat meriah. Penggemar film ini ternyata bukan hanya dari kalangan ibu-ibu, mengingat film ini pertama kali diputar pada tahun 1994 ini. Tetapi penggemar dari kalangan muda pun cukup banyak. Dalam versi sinetron, Si Doel Anak Sekolahan pun menjadi sinetron televisi yang cukup lama di Indonesia, dengan tujuh musim penayangan, meliputi 162 episode.

“Sebenarnya, episodenya termasuk sedikit jika dibandingkan dengan sinetron yang ada saat ini,” kata Rano Karno. Rano menegaskan, tidak akan membuat kembali kisah Si Doel dalam bentuk sinetron, jika diharuskan striping. Kecuali, kata dia, ada yang menawarkan untuk tayang seminggu sekali, seperti sinetron itu muncul dahulu.

Rano mengakui, munculnya sinetron si Doel merupakan romantisme lama dirinya pada karakter yang telah melekat pada dirinya itu. Semua pelaku di sinetron ini sudah dianggap keluarga. Sehingga Rano tidak ingin menggantikan karakter yang pemerannya sudah meninggal dunia. “Bagi saya, Babe tetap Babe Benyamin, dan Emak, Aminah Cenderakasih. Begitu juga dengan Mas Karyo. Saya tidak mau ganti,” katanya.

Kontiniti pun benar-benar diperhatikan oleh Rano. “Rumah si Doel, tetap pakai yang lama. Oplet juga. Sebelum mulai, saya juga sudah riset,” kisah Rano. Romantisme terhadap serial ini, kata Si Doel, bukan hanya milik penonton. Namun, masing-masing karakter pun mempunyai perasaan yang sama. Dapat terlihat dari para pemeran sinetron ini, yang tetap melekat dikenal pemirsa dengan karakter pada sinetron tersebut.

Namun, tidak mudah untuk mengikuti keinginan pecinta Si Doel. Terutama untuk karakter Emak yang kini tengah sakit. Aminah Cendrakasih kini mengalami kebutaan dan lumpuh. Kondisi ini menyebabkan Aminah tidak memungkinkan untuk bepergian. Akhirnya, Rano membuat set kamar Emak, di depan kediaman Aminah. “Jadi emak hanya pindah dari kamarnya ke depan,” tambahnya.

Rano juga tetap mempertahankan keberadaan oplet peninggalan Babe. Oplet tetap disupiri Mandra. Di sini, akan terlihat betapa kendaraan jadul ini tergerus oleh jaman. Mandra kesulitan mendapatkan penumpang.

Legenda Hidup

Film si Doel ini sebenarnya merupakan versi modern dari novel Si Doel Anak Betawi karya Aman Datuk Majoindo. Rano Karno kecil juga memerankan tokoh si Doel, pada film berjudul sama yang disutradarai Sjumandjaja pada tahun 1972. “Babe sudah bilang. Doel ini akan jadi legenda. Sampai kapan pun orang akan ingat karakter ini,” tukas Rano.

Bahkan Rano yakin, jika dia sudah tak ada pun karakter si Doel akan tetap hidup di hati masyarakat. Maka, dia mempunyai tanggung jawab untuk mencari jalan cerita yang benar-benar pas untuk film ini. “Saya libatkan Sarah dan Zaenab (karakter), terus terang keduanya juga marah dengan saya, kenapa kok karakter mereka begini,” ungkap Rano.

Cornelia sendiri mengakui karakter Sarah melekat pada dirinya. Sama seperti Rano, saat menjabat sebagai Gubernur pun dan bertandang ke pelosok negeri, tetap dikenal masyarakat sebagai si Doel. “Karakter Sarah sebagai perempuan yang mandiri, rendah hati, juga melekat,” katanya. Sarah tidak menjual keibaan dari penonton. Namun, karakter Sarah yang tegas ini bahkan tetap disukai dan mendapat apresiasi masyarakat.

Di film ini, Rano juga berperan sebagai si Doel, seorang anak Betawi bergelar sarjana Teknik mesin. Lahir dari keluarga bersahaja, dengan seorang adik perempuannya, Atun, yang diperankan oleh adik kandung Rano Karno sendiri, Suti Karno. Pada edisi sinetron, yang tamat pada tahun 2004 lalu, dikisahkan si Doel akhirnya menikahi Sarah.

Film ini meneruskan kisah cinta si Doel yang karakternya cenderung sulit mengambil keputusan. Dikisahkan, Sarah kemudian meninggalkan Doel karena sikapnya tersebut. Kini, 14 tahun berlalu, Sarah yang telah dikaruniai anak dari Si Doel, mempunyai keinginan untuk mempertemukan si Doel dengan anak yang belum pernah dijumpainya tersebut.

Setelah sepekan sejak pemutaran perdananya, film ini pun telah berhasil menggaet lebih dari satu juta penonton. Memang, penonton masih akan melihat karakter Doel yang minim bicara dan tak tegas dalam film ini. Sarah juga tetap menjadi perempuan modern, berpendidikan tinggi, baik hati, dan dominan.  Zaenab pun tak berubah, perempuan yang polos, lembut, melankolis tanpa obsesi yang tinggi.

Begitu pula dengan Mandra dan Atun, bahkan hampir terlihat tak ada bedanya dengan sinetron Si Doel.  Rasa nostalgia semakin terasa karena kemampuan masing-masing pemeran menjaga karakter mereka tetap sama seperti dulu, meski sudah belasan tahun berlalu.  Formula cinta segitiga Doel-Sarah-Zaenab masih menjadi suguhan utama dalam film ini, diselingi tingkah kocak Mandra dan Atun. Lalu, sudah tuntaskah kegalauan Doel? Tidak. Penonton masih akan diajak bernostalgia dalam dua film selanjutnya.

 

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *