Senggayong Sukadana Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

0 30

INIBORNEO.COM, Pontianak – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Senggayong Sukadana sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2019. Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menyerahkan sertifikat WBTB tersebut kepada Bupati Kayong Utara, Citra Duani, usai Peringatan HUT ke-63 Pemerintah Provinsi Kalbar di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (28/1/2020).

“Dalam kegiatan itu, Kayong Utara juga menerima penghargaan untuk Kecamatan Telok Batang sebagai juara 3 Kecamatan Teladan Tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Bupati Kayong Utara, Citra Duani, bangga.

“Senggayong ini masuk Warisan Budaya Indonesia, khususnya Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang terancam punah, antara lain disebabkan karena warisan budaya tak benda tersebut memerlukan generasi penerusnya,” jelas Jumadi Gading, Kabag Humas Pemkab Kayong Utara, menambahkan.

Di Sukadana, permainan Senggayong dibawakan oleh masyarakat yang merupakan keturunan dari orang bukit. Orang bukit merupakan sebutan bagi kelompok masyarakat yang telah lama ada dan berdiam di Sukadana. Sebagai salah satu suku yang berperan besar dalam kebudayaan kerajaan Tanjungpura dan Kesultanan Matan atau biasa pula disebut Tanah Kayong.

Keunikan kemudian lahir dari perpindahan kepercayaan agama Oleh orang bukit di Sukadana, dari agama kaharingan kepada Islam. Tentu saja mereka juga membawa kebudayaan yang salah satunya adalah Senggayong. Jadilah Senggayong orang Bukit di Sukadana dibawakan Oleh orang Niaga (Melayu).

Padahal umumnya Senggayong dipahami sebagai bagian dari adat orang ‘darat’. Senggayong Orang Bukit Sukadana ini menarik untuk dipelajari lebih lanjut, karena merupakan peninggalan dari budaya- tua masyarakat yang secara turun temurun tinggal di sisa — sisa kerajaan Tanjung Pura ini.

Namun, saat ini keberadaan seni Senggayong di Tanah Kayong, baik di Ketapang maupun di Kayong Utara bisa dikatakan sudah mulai menghilang untuk tidak mengatakannya hampir punah.

Dimulainya proses Senggayong masuk WBTB, setelah Dinas Pendidikan Kayong Utara mengusulkannya pada 2017. Dua tahun berusaha melalui sejumlah tahapan, barulah membuahkan hasil. Senggayong akhirnya diverifikasi sebagai WBTB oleh Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ini.

Di hari yang sama Sekda Kayong Utara, Hilaria Yunani juga menerima penghargaan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, untuk kategori Pengunaan Data Penginderaan Jauh terbaik tahun 2019.

Penghargaan Indrya Mandrawa, diterima Sekda pada Rapat Koordinasi Nasional Citra Satelit Penginderaan Jauh Tahun 2020 yang dilaksanakan di Jakarta.(*)

Comments
Loading...