Satu Orang Pasien Diisolasi Di RSUD Sudarso

0 224

INIBORNEO, Pontianak – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalbar, Harrison mengkonfirmasi saat ini ada satu warga Pontianak yang berstatus dalam tahap pengawasan pneumoni novel corona  di ruang isolasi RSUD Soedarso. Pasien tersebut merupakan warga Pontianak yang baru saja pulang dari Kuala Lumpur Malaysia yang tiba pada Jumat (31/1) kemarin.

“Pasien dirujuk dari RS Mitra medika ke RS Soedarso, Minggu, 2 Februari 2020 jam 7 malam menggunakan Ambulans, langsung dibawa ruang isolasi,” jelasnya kepada awak media, Senin (3/2/2020).

Awalnya pasien tiba di Pontianak pukul 6 pagi, tanggal 31 Januari. Saat pulang pasien dalam kondisi lemah, dan sempat dibawa oleh suami untuk konsul ke dr. Suritno. Kemudian dr. Suritno merujuk ke RS Kharitas Bhakti. Karena penuh beberapa jam kemudian keluarga meminta untuk dirujuk ke RS Mitra Medika, dikarenakan Rumah Sakit Kharitas Bhakti penuh.

Namun Harrison menegaskan bahwa pasien saat ini belum dapat dipastikan positif atau negatif mengidap virus corona. Hanya saja yang bersangkutan memiliki gejala yang mirip dengan virus yang pertama kali ditularkan dari propinsi Wuhan tersebut.

Harrison menjelaskan setidaknya ada empat tahapan untuk menentukan seseorang bisa dikatakan positif atau negatif mengidap virus corona. Yakni pertama tahap pemantauan yaitu dimana seseorang mengidap gejala batuk, flu, serta pneumoni. Kedua yaitu ketika seseorang memiliki gejala penyakit seperti ditahap satu, ditambah memiliki riwayat perjalan luar negeri terutama dari negara terjangkit. Ketiga tahap probabel yakni adanya kejanggalan dan harus dilakukan pemeriksaan konfirmasi laboratorium terlebih dulu. Keempat adalah tahap konfirmasi dimana keputusan akhir apakah seseorang positif atau negatif terkena virus corona.

“Sementara untuk satu pasien yang dirawat ini masih dalam tahap kedua, yakni pengawasan karena yang bersangkutan memiliki gejala yang sama serta memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri,” jelasnya.

Dia mengungkapkan saat ini data spesimen terkait pemeriksaan pasien yang dilakukan pengawasan tersebut sudah dikirim ke Jakarta untuk dipastikan oleh Menkes pusat. Hari Minggu, pasien sudah diambil orofaring dan sampel darah untuk diambil serumnya.

“Mudah-mudahan besok (4/2), kita bisa dapat konfirmasinya dari pusat terkait positif atau negatif (mengidap virus corona),” tutupnya.

Tangal 30 Januari 2020, WHO sudah menetapkan PHEIC (Public Health Emergency of International Concern) pada kasus Corona, yaitu kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian dunia. Untuk itu, setiap gejala-gejala pasien mirip dengan Corona Virus akan diperlakukan khusus dan dalam pemantauan medis.

Comments
Loading...