Satu OTG Di Pontianak Positif COVID-19

0 149

INIBORNEO.COM, Pontianak – Berdasarkan tes usap (swab test) yang dilakukan pada Sabtu malam kemarin(21/11), terdapat satu orang pengunjung di sebuah Warkop di Jalan Teuku Umar Pontianak yang terkonfirmasi positif Covid-19, hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu.

“Dari 14 orang yang dinyatakan reaktif hasil tes cepat (Rapid Test), dan setelah kami tindak lanjuti dengan tes usap, satu orang orang pengunjung dinyatakan positif COVID-19, maka dari itu langkah selanjutnya ialah warkop tersebut harus melakukan penyemprotan disinfektan dan sterilisasi,” katanya.

Sidiq menambahkan, saat ini pihaknya bersama Satgas COVID-19 memang gencar melakukan razia protokol kesehatan di tempat-tempat kerumunan, lalu melakukan tes cepat dan tes usap, yang hasilnya ditemukan kasus positif COVID-19 pada OTG, di sejumlah kerumunan seperti Warkop tersebut.

Sebelumnya lanjut Sidiq, pemeriksaan serupa sudah dilakukan pada titik-titik kerumunan seperti di warung kopi dan kafe, hasilnya menunjukkan bukti bahwa pada tempat kerumunan memang berpotensi penularan COVID-19.

“Tidak hanya di warkop atau kafe, di GOR juga kami temukan ada yang positif COVID-19,” ujarnya.

Hal ini, tentu sebagai gambaran bahwa orang tanpa gejala dengan kasus konfirmasi positif COVID-19 sudah hampir tidak terkendali. Untuk itu, dirinya mengimbau semua masyarakat harus mewaspadai bilamana berada pada kerumunan, dan selalu harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Berdasarkan laporan terakhir, Pontianak masuk zona oranye tetapi dengan nilai yang sangat minimal. Zona oranye, indikator nilainya dari 1,9 hingga 2,4, sementara Kota Pontianak berada pada nilai 2, artinya, jika terjadi peningkatan kasus sedikit saja maka berpotensi kembali lagi ke zona merah. “Ini yang harus menjadi perhatian kita semua bagaimana tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Sidiq.

Sidiq menambahkan, untuk menuju zona kuning minimal jumlah penularan kasus per hari harus diturunkan lima puluh persen dari kondisi sekarang, sehingga memerlukan kesadaran dari semua pihak, bukan hanya masyarakat tapi juga pemilik usaha.

“Tanpa ada peran serta dari pemilik usaha seperti tempat hiburan, kafe, restoran dan lainnya dalam pengawasan untuk mematuhi protokol kesehatan, maka akan sulit bagi kita untuk masuk ke zona kuning,” katanya.

Selanjutnya Sidiq juga mengimbau kepada pemilik warkop dan kafe agar dapat membatasi kapasitas pengunjung paling tidak maksimal 50 persen, hal ini guna untuk mencegah adanya penyebaran COVID-19.

Comments
Loading...