Rasakan Sensasi Pedas saat Makan di Pondok Ayam Cabe Sungai Pinyuh

0 991
  1. MEMPAWAH, Iniborneo.com – Pondok Ayam Cabe kembali melebarkan sayap usahanya. Sejak pertamakali dibuka pada tahun 2018 di Malang, Jawa Timur, kini gerai kelima diresmikan di Pasar Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (7/12/2019).

Owner mitra cabang Pondok Ayam Cabe Sungai Pinyuh, Yansen mengatakan, kuliner berbahan ayam memang tak ada matinya. Selain gampang penyajiannya, daging ayam juga disukai oleh berbagai kalangan. Harganya pun cukup terjangkau.

“Di sini (Pondok Ayam Cabe Sungai Pinyuh), menu andalannua adalah ayam geprek,” kata Yansen, kemarin.

Menurut dia, dimana-mana di Indonesia, ayam adalah salah satu menu yang digemari, ayam dengan berbagai variannya mudah ditemui.

Di Pondok Ayam Cabe, olahan ayam dapat dinikmati denhan berbagai varian, diantaranya: ayam lada hitam, ayam asam manis, ayam goreng rica-rica, ayam goreng finger, ayam goreng tepung, ayam saos Thailand, ayam goreng gandum, dan ayam bakar PAC.

Selain ayam juga ada menu ikan, yakni ikan lele dan nila goreng dengan pelbagai varian.

“Yang paling khas dari ayam di sini adalah pedasnya nendang,” ucapnya.

Yansen memastikan, walaupun Pondok Ayam Cabe didirikan dengan konsep restoran, namun harganya sangat terjangkau dan dapat bersaing dengan harga-harga makanan di sekitar Pasar Sungai Pinyuh.

“Konsepnya saja yang restoran, tapi harga sama dengan yang lain,” ucapnya.

Untuk ke depan, Yansen tengah memikirkan menambah konsep lain, yakni kafe. Serta membuka cabang baru di Kabupaten Melawi dan Sanggau, Kalimantan Barat.

Dengan harapan, selain sebagai tempat makan, warga sekitat, khususnya anak-anak muda dapat duduk santai.

“Prospek usaha kuliner di sini saya rasa cukup bagus. Karena Sungai Pinyuh merupakan jalur segitia emas di Kalbar,” ucapnya.

Sementara itu, pendiri Pondok Ayam Cabe, Deddy Purnomo memastikan, dirinya akan terus meluncurkan inovasi sajian baru.

“Gerai pertama pondok ayam cabe di Malang, respons pasarnya baik karna harga yang kami jual terjangkau serta kualitas rasa yang tidak kalah,” ujar Deddy.

Dia menjelaskan, Pondok Ayam Cabe menyajikan olahan ayam dengan khas sambal. Resep khusus yang diracik sang empunya membuat sajian ayam ini sangat menggungah selera.

Selain menu utama juga ada menu yang lain seperti cordon blue, chicken fire, fried chicken, mie rempah, ayam bakar, ayam goreng, bebek bakar, bebek goreng, aneka steak.

Untuk harga jual makanan, Deddy mematok harga mulai Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu per porsi.

Adapun yang menjadikan bisnis ini memiliki uniqe selling. Pondok Ayam Cabe menggunakan managemen kasir secara online dan CCTV online sehingga mitra dapat mudah memantau bisnisnya berjalan walaupun mitra tidak sedang di tempat, update produk yang berkesinambungan agar pelanggan tidak bosan dengan menu yang ada.

Untuk menjalin kerja sama, Deddy langsung menawarkan sistem kerja sama lewat franchise.

Adapun paket investasi waralaba Ayam Pondok Cabe yaitu mulai Rp 90 juta juta hingga Rp 185 juta. Biaya tersebut di luar sewa tempat.

“Saya memperkirakan mitra balik modal 1,5 tahun, sedangkan royalti fee sebesar 4 persen per bulan dari omzet,” ucapnya.

Setelah mitra opening Deddy juga memberi support lanjutan berupa promosi di iklan serentak menggunakan facebook Ads dan Instagram Ads.

Ke depan Deddy berharap bisnis Ayam Pondok Cabe ini agar cepat melebarkan gerai, khususnya di berbagai kota di Indonesia.

Comments
Loading...